Jelajah Karimata yang Sukses Menemukan Ratusan Spesies Baru Tumbuhan

Klikhijau.com – Tim jelajah Karimata yang melakukan ekspedisi di Cagar Alam Laut Kepulauan (CAL) Karimata sukses menemukan ratusan spesies baru tumbuhan. Ekspedisi yang dipimpin Balai Konservasi Su...

Jelajah Karimata yang Sukses Menemukan Ratusan Spesies Baru Tumbuhan
Bacakan Artikel

Sadtata menjelaskan, Hanguana karimatae merupakan Hanguana pertama yang dideskripsikan sebagai spesies baru dari Kalimantan. Temuan spesies ini diterbitkan di jurnal ilmiah internasional Blumea pada tanggal 2 Juli 2021 oleh Agusti Randi yang merupakan seorang ahli Botani (alumnus Universitas Tanjungpura Pontianak), asli Kalimantan Barat.

Hanguana karimatae memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh spesies Hanguana lainnya. Jenis ini memiliki perawakan besar dengan tinggi mencapai 1,6 meter dengan tangkai perbungaan yang tegak dan kokoh setinggi 1 meter.

Buah berbentuk bulat yang tidak simetris dan berwarna kuning pucat dengan ujung yang sangat menonjol. Bijinya seperti mangkok dengan tonjolan kecil di pinggirannya. Jenis ini tumbuh pada pinggiran sungai berbatu berair jernih.

Sepanjang pengamatan terhadap spesies ini di lapangan, hanya dijumpai tiga individu, sehingga untuk status konservasi yang diusulkan berdasarkan kriteria dalam International  Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List adalah termasuk Critically Endangered (CR) atau Kritis.

Kriteria CR ini merupakan kriteria yang paling tinggi terhadap kepunahan di alam. Untuk itu, pengamanan kawasan terhadap kerusakan habitat dan konservasi ek situ untuk spesies ini sangat diprioritaskan.

CAL Kepulauan Karimata merupakan gugusan kepulauan yang terletak di sebelah barat daya Pulau Kalimantan, berdekatan dengan Kepulauan Bangka Belitung. Kawasan yang termasuk dalam perairan laut Selat Karimata ini secara administratif berada di wilayah Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Terdiri dari 43  pulau di mana jarak CAL Kep Karimata ke ibu kota Kabupaten Kayong Utara (Pulau Kalimantan) ± 100 km.

Sadtata menjelaskan CAL Kepulauan Karimata merupakan kawasan konservasi dengan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dan unik, namun belum cukup tergali dan dikenali.

Mempertimbangkan kondisi kawasan dan tantangan yang dihadapi serta keterbatasan yang dimiliki pemangku kawasan, pengembangan kawasan CAL Kepulauan Karimata sebagai destinasi penelitian berbasis masyarakat.

Jelajah berbasis Citizen Science

Penerapan konsep Citizen Science, menjadi pilihan solusi yang paling memungkinkan untuk mewujudkan pengelolaan kawasan yang optimal, disamping itu diharapkan ke depan jenis-jenis baru akan teridentifikasi dari Cagar Alam Laut ini.

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian LHK, Wiratno menyampaikan apresiasi kepada Balai KSDA Kalimantan Barat dan Tim Ekspedisi. Dirjen KSDAE menyatakan bahwa kemungkinan ditemukan berbagai spesies baru  sangat terbuka. Menurutnya, ekspedisi ini membuktikan hal tersebut.

“Oleh karena itu, ke depan masih diperlukan ekspedisi-ekspedisi untuk masuk ke dalam kawasan konservasi, agar diketahui ragam ekosistem, habitat, pola asosiasi tumbuhan tinggi dengan berbagai tumbuhan di bawahnya, termasuk liana, jamur, mikroba, dan sebagainya," kata Wiratno.

Wiratno  menambahkan, bahwa ekspedisi ini juga membuktikan pentingnya peningkatan kapasitas staf Balai KSDA dan Taman Nasional untuk mampu mendiskripsi berbagai jenis tumbuhan dengan dibekali ilmu taxonomi, dendrologi, bioprospecting, dan ilmu-ilmu lainnya.

Kerjasama dengan peneliti, praktisi, dengan terus menggali sistem pengetahuan masyarakat setempat yang masuk dalam khasanah ilmu etnobotany dan etnozoology menjadi semakin penting dan relevan di masa mendatang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2