Integrasi dan Sinergitas Lintas Sektor Kunci Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan

Klikhijau.com – Pusat Kebijakan Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusjakstra KLHK) menggelar FGD mengenai Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove secara Berkelanjutan di Hotel Rin...

Integrasi dan Sinergitas Lintas Sektor Kunci Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Kolaborasi restorasi mangrove

Dengan potensi yang besar tersebut, Pusjastra KLHK sedang mendorong kebijakan yang terintegrasi baik di pusat maupun di daerah. Kebijakan yang dimaksud adalah memastikan ekosistem mangrove dapat terjaga.

“Tata ruang dan kebijakan penganggaran di daerah sejatinya mempertimbangkan pelestarian ekosistem mangrove. Ini harus duduk bersama lintas stakeholders. Kolaborasi multi pihak juga diperlukan dalam restorasi mangrove,” jelas mantan Kepala Balai BKSDA Sulsel ini.

Thomas menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung restorasi mangrove. Dalam hal ini masyarakat memiliki peran vital dalam pelestarian mangrove baik dari aspek kehidupan sosial, ketahanan budaya, ketahanan ekologi dan juga ketahanan iklim.

“Itulah sebabnya, dalam pengolahan kawasan yang dilihat secara seluruhan, jadi kita tidak melihat batasan administrasi suatu restorasi kabupaten kota. Kita melihatnya sebagai suatu pengolahan yang berbasis lanskap dan berbasis ekosistem,” jelasnya.

Karena itulah, Thomas menekankan agar Pemerintah Daerah memasukkan aspek daya tampung lingkungan hidup dalam rencana pembangunan jangka panjang. Termasuk melihat dari fungsi lindung, konservasi dan fungsi produksi.

“Pesannya cuma satu, kolaborasi. Konsep kolaborasi yang kita perlu dorong, tentunya mendapat dukungan dari pemerintah, seperti sarana prasarana teknologi informasi saya kira disitu kekuatan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Selain dari tiga pilar tersebut, jelas Thomas, pembangunan di daerah wajib memperhatikan harmonisasi tiga isu strategis yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Serta yang penting adalah tata kelolahnya. Di dalam pengolahan ekosistem magrove secara berkelanjutan dan juga melibatkan kaum muda milenial, juga media  dalam hal literasi konservasi edukasi tentang pelestarian mangrove,” tutupnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2