Edukasi dan Literasi Lingkungan Ala SD Negeri Borong

"Banjir membuat korban jiwa Rumah terisi penuh air kotor Hewan-hewan hanyut tenggelam" Begitu puisi berjudul "Akibat Banjir", karya Salsabila, murid kelas 4B SD Negeri Borong yang dibacakan teman...

Edukasi dan Literasi Lingkungan Ala SD Negeri Borong
Bacakan Artikel

Andika, murid kelas 5B, juga menggambar banjir yang memperlihatkan sebagian badan rumah terendam air. Tinggi air bahkan juga menutupi sebagian batang pohon yang ada di situ.

Edukasi dan Literasi Lingkungan SD Negeri Borong

Rahmawati, yang tinggal di Antang, Makassar, punya pengalaman tak terlupakan terkena banjir. Pada saat hujan deras, air masuk ke rumahnya hingga setinggi pahanya. Kasurnya bahkan terendam karena terlambat diangkat. Gegara banjir ia tidak ke sekolah selama 2 hari.

"Buku-buku saya ada yang basah. Tapi sekarang sudah kering karena dijemur," kenang Rahma tentang buku ceritanya yang terkena banjir.

Empati anak-anak terhadap mereka yang jadi korban banjir tampak pada komentar Jihan Zahra Trianita. Murid kelas 5B ini sedih setiap kali melihat video tentang kebanjiran di YouTube.

Begitupun dengan Karina. Murid perempuan yang juga duduk di kelas 5 ini mengaku tidak mau melihat video-video seperti itu secara berulang-ulang. Ketika ditanya kenapa? Jawabnya karena ia kerap dihantui ketakutan dan sedih melihat para korban.

"Dumba-dumba ka' dan takut. Kubayangkan tsunami dan gempa. Kalau tidur kumimpikan ki," tutur Karina dalam logat Makassar.(*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2