Daur Ulang Sampah, Salah Satu Jurus Malaysia Perangi Plastik

Klikhijau.com – Daur ulang sampah jadi andalan berbagai negara untuk melawan sampah plastik. Tidak terkecuali Malaysia. Malaysia menurut laporan Grup konservasi lingkungan WWF awal tahun ini  negar...

Daur Ulang Sampah, Salah Satu Jurus Malaysia Perangi Plastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Situasi ini tidak akan pernah berhenti jika Anda tidak memberi tahu orang-orang untuk berhenti menggunakan plastik terlebih dahulu,” katanya.

Plastik di laut akan lebih banyak daripada ikan

Salah satu perusahaan yang bernama Heng Hiap, yang berbasis di negara bagian Johor, Malaysia selatan. Perusahaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan  yang bekerja dengan pemerhati lingkungan untuk mengumpulkan dan membersihkan sampah plastik di perairan Malaysia.

Seah Kian Hoe, pendiri Heng Hiap mengakui jika pencemaran laut merupakan suatu masalah yang harus diperangi

“Pencemaran laut menjadi masalah dan kami memutuskan untuk fokus pada bahan plastik yang terikat di laut,” katanya seperti dikutip dari Voaindonesia.

Sampah plastik adalah sampah yang sangat bandel dan manja. Ia tidak mudah terurai, butuh waktu yang cukup lama.

Keberadaannya sangat meresahkan, sebab bisa menimbulkan berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana kesehatan.

Hingga detik ini, belum ada cara yang dianggap tepat untuk mengurangi sampah plastik, khususnya yang berakhir di laut.

Daur ulang, adalah salah satu cara yang dianggap mampu mengurangi sampah plastik. Sebab dengan adanya daur ulang produksi plastik yang baru secara otomatis akan berkurang.

Hanya saja, sebenarnya daur ulang hanyalah menunda saja waktu sampah plastik kembali menjadi masalah pada lingkungan.

Bagaimana dengan sampah plastik di Indonesia. Berdasarkan perkiraan World Economic Forum, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050 nanti.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kota-kota di Indonesia, khususnya wilayah pesisir, menyumbang sekitar 3,22 juta ton berbagai macam sampah ke lautan. Salah satu dari sampah itu adalah sampah yang paling bandel, yakni  sampah plastik.

Dari jumlah tersebut, puing plastik dapat mencapai 0,48 –1,29 juta metrik ton per tahun. Itu berarti tiap satu keluarga di Indonesia bisa menghasilkan antara 178 sampai 480 juta sampah plastik tiap tahunnya!

Hmmm, Malaysia dan Indonesia sepertinya akan bersaing jadi penyumbang sampah plastik terburuk di Asia jika tidak segera diatasi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2