Cerita Doni Monardo Perihal Limbah Merkuri di Perairan Maluku Saat Jabat Pangdam Pattimura

Klikhijau.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mendapatkan kehormatan gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Institute Pertanian Bogor (IPB), Sabtu 27 Maret...

Cerita Doni Monardo Perihal Limbah Merkuri di Perairan Maluku Saat Jabat Pangdam Pattimura
Bacakan Artikel

Pada Agustus 2017, kata Doni, atas permintaan Menteri LHK dan atas izin Panglima TNI, ia pun diundang mengikuti Rapat di Komisi VII DPR RI, yang membahas RUU pengesahan Minamata Convention on Mercury.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani Konvensi Minamata pada 10 Oktober 2013 di Jepang bersama 128 negara lainnya. Hanya saja, saat itu kita belum meratifikasinya. Saya hadir sebagai satu-satunya perwira militer aktif, dan memberikan masukan dengan menyampaikan hasil penelitian yang kami lakukan dan dampak penggunaan merkuri di masyarakat,” tuturnya.

“Akhirnya pada tanggal 13 September 2017, Pemerintah Indonesia meratifikasi Konvensi Minamata melalui UU No. 11 tahun 2017 Tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury,” kata Doni.

Program emas biru dan emas hijau

Doni Monardo termasuk perwira tinggi TNI yang menggunakan pendekatan khusus berbasis keadilan sumber daya.

Dalam pidato pengukuhannya untuk gelar Doktor (HC), Doni menganalogikan suatu kalimat “the Hungry man becomes angry man”.

Makna dari kalimat ini kata Doni adalah orang lapar akan mudah marah. Itulah yang membuatnya terinspirasi memakai strategi penyelesaian konflik dengan keseimbangan antara pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach).

Masalah kesejahteraan dapat berdampak pada ketidakstabilan sosial dan keamanan. Inilah yang menjadi salah satu akar konflik berkepanjangan di Maluku.

Berbagai upaya rekonsiliasi dan deklarasi damai telah dilakukan. Namun, tidak lama setelah deklarasi damai, konflik kembali terjadi.

“Program Emas Biru dan Emas Hijau merupakan upaya memangkas ketimpangan sosial, sehingga berhasil merajut kembali tali persaudaraan pela – gandong yang akhirnya melahirkan Emas Putih, yaitu kerukunan, perdamaian, dan toleransi,” katanya.

Doni mengisahkan bagaimaa program emas biru saat itu ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi pada tanggal 9 Februari 2017.

Di atas keramba jaring apung di Teluk Ambon, Beliau bertanya, “untuk apa ini Pak Doni?” Saya jelaskan, keramba-keramba ini adalah “alat bagi kami” prajurit TNI untuk menyelesaikan konflik. Presiden mengatakan, “Ini yang benar..”, sebanyak tiga kali.

Demikian Kepala BNPB ini berkisah dalam pidatonya di depan Senat IPB University!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2