Progresif, Supermarket di Asia Mulai Berlomba Gunakan Daun Pisang

Klikhijau.com - Tren mengurangi penggunaan kemasan plastik belakangan ini sedang meningkat di toko-toko kelontong atau supermarket di seluruh dunia. Banyak toko dan produsen makanan yang berupaya m...

Progresif, Supermarket di Asia Mulai Berlomba Gunakan Daun Pisang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tren mengurangi penggunaan kemasan plastik belakangan ini sedang meningkat di toko-toko kelontong atau supermarket di seluruh dunia.

Banyak toko dan produsen makanan yang berupaya mencari ide dan cara baru untuk memerangi penggunaan kemasan plastik ini. Seperti yang belakangan hits, yakni pemakaian sedotan non-plastik. Tanpa sadar, ini menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah produksi plastik.

Supermarket di Asia kini telah memperkenalkan cara baru yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik. Ide-ide kreatif ini menunjukan bagaimana revolusi hijau nyata terjadi di abad dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Thailand merupakan salah satu negara yang menjadi percontohan bagi negara-negara di Asia dalam penerapan revolusi hijau.

Rimping, sebuah toko bahan pangan ini menjadi viral ketika perusahaan real estate yang berbasis di Chiang Mai, Perfect Homes, membagikan foto mentimun, selada, kacang hijau, cabai dan bahan makanan lainnya yang dibungkus dengan kemasan daun pisang di Facebook.

Cara toko bahan pangan ini dalam membungkus buah dan sayur cukup unik, selain menggunakan kemasan dari daun pisang, Rimping juga menggunakan tali pengikat dari bambu agar ketika tidak digunakan tali pengikat tersebut tetap dapat dibiodegradasi.

Rimping, supermarket yang pertama kali didirikan pada tahun 1932 ini bukanlah Stop & Shop biasa. Menurut situs resminya, Rimping adalah toko hijau yang mengoperasikan enam supermarket dan dua toko kecil yang menjual bahan pangan di seluruh Thailand.

Selain menggunakan kemasan daun pisang untuk buah dan sayur, Rimping juga menawarkan banyak pilihan kemasan berkelanjutan lainnya.

Dalam melayani pelanggannya Rimping tetap mengedepankan upaya keberlanjutan. Rimping menawarkan kantong bioplastik yang dapat dibiodegradasi serta kotak kardus yang digunakan kembali untuk mengemas makanan.

Sedangkan untuk pelanggan yang lupa membawa tas jinjing, mereka dapat meminjam tas kain Rimping untuk disimpan dengan membayar biaya donasi sebesar 50 Baht Thailand ($ 1,57 USD). Netijen ramai meninggalkan kesan positif di foto yang diunggah oleh Rimping di laman Facebooknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2