Polusi Plastik Mulai Mengancam, Hutan Tak Sedang Baik-Baik Saja
Klikhijau.com - Hutan sedang tidak baik-baik saja. Saat ini telah dikepung beragam masalah. Terbaru, datang dari mikroplastik dan nanoplastik. Partikel plastik ukuran mini itu menurut sebuah studi ter...
Klikhijau.com - Hutan sedang tidak baik-baik saja. Saat ini telah dikepung beragam masalah. Terbaru, datang dari mikroplastik dan nanoplastik. Partikel plastik ukuran mini itu menurut sebuah studi terbaru telah menumpuk di hutan.
Para ilmuwan kebumian di TU Darmstadt Jerman mengungkapkan temuan tersebut. Artinya hutan yang selama ini jadi andalan melawan polusi, justru ikut terjebak di dalamnya. Ini seolah menunjukkan bahwa di dunia ini, tidak ada tempat yang bisa selamat dari partikel plastik super kecil itu.
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications Earth & Environment itu mengungkapkan bahwa hutan tidak hanya terkena dampak dari sumber polusi lokal, tapi juga dari luar.
[irp]
Kebanyakan partikel plastik itu datang jalur udara. tidak langsung banyak, sedikit-demi sedikit, tapi lama-lama, mereka menumpuk di tanah. Di dalam hutan.
Menurut para peneliti, partikel plastik kecil ini pertama kali menempel di pucuk pohon. Lalu turun ke tanah.
"Mikroplastik dari udara awalnya menempel di pucuk pohon. Para ahli menyebut proses penyaringan alami ini sebagai 'efek sisir'. Setelah itu, partikel plastik ini jatuh ke tanah bareng air hujan atau saat daun-daun rontok," jelas Dr. Collin J. Weber dari TU Darmstadt, dikutip dari Kompas, Sabtu, 28 Maret 2026.
Begitu mikroplastik dan nanoplastik sampai di dasar hutan, proses alami pun mulai berjalan. Pembusukan daun-daun yang rontok ini punya peran penting buat menjebak dan menyimpan mikroplastik di dalam tanah.
[irp]
Para peneliti menemukan tumpukan plastik paling banyak ada di lapisan atas serasah atau tumpukan daun, tempat pembusukan baru saja dimulai.
Namun, partikel plastik dalam jumlah banyak juga ditemukan jauh di dalam tanah. Pergerakan plastik ke lapisan tanah yang lebih dalam ini bukan cuma karena pembusukan daun, tapi juga karena aktivitas makhluk hidup, seperti organisme tanah yang membantu mengurai daun dan memindahkan partikel-partikel itu.