Polusi Cahaya, Bukti Perilaku Hidup Boros Energi
Klikhijau.com - Polusi cahaya, apa yang sahabat hijau pikirkan tentangnya? Isu polusi cahaya bukanlah isu yang baru. Isu ini telah lama diangkat ke permukaan. Isunya sendiri pertama kali dimasukan...
Klikhijau.com - Polusi cahaya, apa yang sahabat hijau pikirkan tentangnya? Isu polusi cahaya bukanlah isu yang baru. Isu ini telah lama diangkat ke permukaan.
Isunya sendiri pertama kali dimasukan ke dalam berita pada tahun 1964. Hanya saja baru dianggap masalah serius pada tahun 2002 lalu.
Polusi cahaya merupakan salah satu jenis polusi. Definisi dari polusi cahaya adalah "dampak buruk akibat cahaya buatan manusia".
Polusi cahaya biasanya berarti intensitas cahayanya terlalu besar. Beberapa spesies, termasuk tumbuhan dan manusia, mengalami dampak dari polusi cahaya. Sebagian besar masyarakat umum tidak pernah mendengar istilah polusi cahaya.
[irp]
Adapun yang mengetahui polusi cahaya biasanya tidak peduli atau tidak melakukan apa-apa untuk menanggulanginya. Polusi cahaya merugikan Amerika Serikat satu miliar dollar setiap tahun.
Dilansir dari Wikipedia, polusi cahaya adalah efek samping dari industrialisasi. Polusi cahaya ini bisa saja berasal dari pencahayaan eksterior dan interior bangunan, pabrik, properti komersial, kantor, papan iklan, lampu jalan dan stadion.
Polusi cahaya paling parah ini terjadi di wilayah yang telah terindustrialisasi dengan kepadatan penduduk tinggi. Misalnya di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang, serta kota-kota utama di Timur Tengah dan Afrika Utara seperti Kairo.
Jika ditilik, sebenarnya ada dua tipe polusi cahaya, yaitu pertama adalah cahaya redup yang mengganggu alam dan tipe kedua adalah cahaya berlebihan (dalam ruangan) yang memperburuk kesehatan
Dampak polusi cahaya ini berimbas tidak hanya ke hewan dan manusia, tetapi juga ke lingkungan. Utamanya lingkungan perkotaan malam hari.
[irp]
Polusi cahaya menyebabkan adanya pemborosan energi listrik di perkotaan. Itu artinya kehadiran polusi cahaya adalah cerminan perilaku hidup boros energi.
Hal ini dikarenakan sumber-sumber polusi cahaya seperti lampu taman, papan reklame, dan sumber-sumber lainnya tidak efektif dalam penggunaan cahaya dan mempengaruhi jumlah energi yang dilepaskan ke lingkungan menjadi tidak efektif.