Pohon Johar, Peneduh Berbunga Kuning dan Ragam Manfaatnya Bagi Kesehatan

Klikhijau.com - Sahabat hijau pernahkah menjumpai pohon johar? Mungkin kerap kali melihat tapi tidak tahu namanya. Pohon Johar atau juar termasuk suku Fabaceae atau Leguminoceae (polong-polongan)....

Pohon Johar, Peneduh Berbunga Kuning dan Ragam Manfaatnya Bagi Kesehatan
Bacakan Artikel

Kelopak 5 buah, oval membundar, 4 — 9 mm, tebal dan berambut halus. Bentuk bunga bulat telur, kuning. Mahkota bunga berwarna kuning cerah, 5 helai, gundul, bundar telur terbalik, bendera dengan kuku sepanjang 1—2 mm. Buah johar merupakan polong, pipih, berbelah dua, panjang 15 – 20 cm, lebar ±,15 cm serta berwarna hijau ketika masih muda dan hitam setelah tua.

Buah polong memipih, 15 — 30 cm, 12 — 16 mm, berbiji 20 — 30, dengan tepi yang menebal, pada akhirnya memecah. Biji bundar telur pipih, 6.5—8 mm, coklat terang mengkilap.

Bijinya berbentuk bulat telur seperti kacang, berwarna coklat kehijauan, panjang 8 – 15 mm.

Pengembangbiakan Pohon Johar

Untuk pembiakan, benih johar harus ditabur di tempat terbuka. Sebab, naungan sedikit saja dapat menurunkan perkecambahan.

Benih dapat ditabur langsung pada alur atau lubang kecil dengan kedalaman 4 – 5 cm dan dijarangkan menjadi 30 cm pada akhir musim hujan pertama dan menjadi 1,8 x 1,8 m pada musim hujan berikutnya.

Di daerah kering dianjurkan menggunakan kantong plastik, dengan media campuran antara top soil dan kompos daun-daunan. Disiram secara teratur.

Siap ditanam di lapangan setelah tingginya mencapai 30-35 cm Penanaman bisa juga dengan stump atau langsung disebar di lapangan.

Sifat dan Kegunaan Kayu Johar

Kayu teras berwarna merah coklat muda semu-semu ungu, gubal berwarna putih kemerah-merahan dan mempunyai batas yang jelas dengan kayu teras.

Serat lurus atau agak berpadu, berat jenis rata-rata 0,53. Penyusutan dari keadaan basah sampai kering tanur 3,3% (radial) dan 4,1% (tangensial).

Pengeringan alami, pada papan tebal 2,5 cm dari kadar air 37% sampai 15% memerlukan waktu 47 hari, dengan kecenderungan pecah ujung dan melengkung.

Johar acap ditanam sebagai penaung di perkebunan-perkebunan teh, kopi atau kakao. Tetapi penanamannya harus dilakukan dengan hati-hati karena perakarannya yang luas dapat berpotensi sebagai pesaing tanaman utama dalam perolehan air.

Sekarang johar juga kerap ditanam sebagai pohon peneduh di tepi jalan dan pohon hias di taman-taman, bahkan juga untuk merehabilitasi lahan pertambangan.

Kayu johar termasuk ke dalam kayu keras dan cukup berat. Berat jenis johar adalah 0,6 — 1,01 pada kadar air 15%.

Gubalnya berwarna keputihan, jelas terbedakan dari kayu terasnya yang coklat gelap hingga kehitaman, berbelang-belang kekuningan. Kayu terasnya sangat awet (kelas awet I), sedangkan gubalnya lekas rusak dimakan serangga.

Kayu johar juga tergolong kuat (kelas kuat I atau II), sehingga disukai dalam pembuatan jembatan dan tiang bangunan. Warna dan motifnya yang indah juga menjadikan kayu ini digemari dalam pembuatan mebel dan panel dekoratif. Sayang, kayu johar tergolong sukar dikerjakan karena keras.

Pemanfaatan Pohon Johar

Pohon Johar menghasilkan kayu bakar yang baik, walau banyak mengeluarkan asap. Nilai kalorinya 4500 – 4600 Kkal/kg, sehingga kayu ini juga baik dijadikan arang.

Daun, bunga dan polong muda Johar dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia.  Namun tidak dianjurkan untuk babi dan unggas karena mengandung alkaloid yang bersifat toksik.

Di Thailand dan Srilanka daun-daun muda dan bunga Johar dimanfaatkan sebagai sayuran, setelah dilakukan perebusan dan penggantian air berkali-kali untuk menghilangkan racunnya. Pepagan, daun dan buahnya mengandung zat penyamak.

Manfaat Pohon Johar Bagi Kesehatan Manusia

Bagian-bagian tanaman Johar juga bermanfaat sebagai obat.  Akarnya bermanfaat untuk mengobati cacingan dan sawan pada anak.  Kulit akar Johar diketahui mengandung lupeol, betalin dan diantrakinon.

Kayu teras Pohon Johar dapat digunakan sebagai pencahar.  Di Kamboja, rebusannya biasa digunakan sebagai obat kudis.

Di Jawa, air rebusan daun Johar digunakan sebagai obat malaria. Daun johar diketahui mengandung antrakinona, antrona, flavona serta aneka triterpenoida dan alkaloid termasuk kasiadimina.

Air rebusan daun johar juga diketahui dapat menurunkan kadar gula darah. Infus daun johar mempunyai pengaruh hepatoprotektif (mencegah kerusakan hati) serta antibakteri.

Beberapa jenis bakteri yang dihambat adalah Staphylococcus aureus, Pseudeomonas aeruginosa dan Proteus vulgaris.

Kandungan Flavonoid dalam daun johar bermanfaat untuk menangkal radikal bebas. Sebagaimana diketahui radikal bebas dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan dan kanker.

Demikian informasi mengenai pohon johar. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2