Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Pesta Rakyat Pesisir di Jeneponto, Seruan Solidaritas dari DMT untuk Selamatkan Laut Sulsel

Klikhijau.com - Laut sebagai nadi kehidupan, sumber penghidupan, dan warisan yang tak ternilai. Namun, di banyak wilayah pesisir Sulawesi Selatan, nadi itu terancam oleh berbagai bentuk pencemaran, sa...

Oleh Arman Jaya 12 Sep 2025 01:47 4 menit baca
Klikhijau.com - Laut sebagai nadi kehidupan, sumber penghidupan, dan warisan yang tak ternilai. Namun, di banyak wilayah pesisir Sulawesi Selatan, nadi itu terancam oleh berbagai bentuk pencemaran, salah satunya limbah tambak udang. Menyikapi kondisi ini, ratusan masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya rumput laut, dan berbagai organisasi lingkungan akan bersatu dalam sebuah gerakan kolektif bernama Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto 2025. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 13-14 September 2025, ini berlokasi di Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Pesta Rakyat Pesisir ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah momentum krusial untuk membangun kesadaran, menggalang solidaritas, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan laut. [irp] Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyuarakan perjuangan masyarakat pesisir yang hidupnya terdampak langsung, atau berpotensi terdampak, oleh limbah tambak udang. Limbah ini, yang seringkali mencemari perairan, tidak hanya merusak ekosistem seperti terumbu karang dan padang lamun, tetapi juga secara langsung mengancam mata pencaharian nelayan tradisional yang bergantung pada sumber daya laut yang sehat.

Solidaritas DMT untuk Perjuangan

Salah satu organisasi yang memastikan kehadirannya dalam acara ini adalah Dana Mitra Tani (DMT) Kabupaten Bulukumba. Kehadiran DMT tidak lepas dari visi dan misi mereka sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, turut bersolidaritas untuk perjuangan menjaga pesisir. Sebagaimana namanya, DMT lahir dari semangat untuk mendampingi dan memberdayakan para petani, khususnya di wilayah Bulukumba, namun dengan cakupan isu yang meluas hingga ke pelestarian lingkungan. Di bawah kepemimpinan Sri Puswandi, DMT telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam berbagai program. Salah satu contoh nyata adalah program pendampingan untuk para petani aren (gula merah) di DAS (Daerah Aliran Sungai) Balangtieng. [irp] Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi dan manajemen usaha, tetapi juga terintegrasi dengan upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem DAS Balangtieng. Melalui berbagai giat, seperti pendidikan koperasi dan penguatan kelembagaan, para petani tidak hanya belajar mengelola usaha mereka dengan lebih baik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan tempat mereka hidup. Visi inilah yang mendasari kehadiran DMT di Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto. Mereka melihat perjuangan masyarakat pesisir di Jeneponto, terutama perempuan nelayan, sebagai perjuangan yang sama dengan petani di Bulukumba. Baik petani maupun nelayan sama-sama menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam, dan keduanya berhadapan dengan tantangan yang mengancam keberlanjutan. Solidaritas ini menjadi jembatan yang menghubungkan perjuangan di daratan dengan perjuangan di lautan.

Seruan Persatuan dari Ketua Dana Mitra Tani

Saat diwawancarai oleh Klikhijau.com pada Jumat, 12 September 2025, Sri Puswandi, Ketua Dana Mitra Tani, menyampaikan seruan yang kuat kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa Pesta Rakyat Pesisir adalah panggilan bagi setiap individu untuk bergerak bersama. "Pesta Rakyat Pesisir di Jeneponto adalah panggilan untuk kita semua. Ini bukan hanya masalah masyarakat pesisir atau nelayan saja, tetapi masalah kita bersama sebagai rakyat Sulawesi Selatan yang hidup berdampingan dengan laut," tegasnya. Wandi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa kerusakan laut akibat limbah tambak udang adalah persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia mengajak seluruh organisasi, komunitas lokal, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk bersuara dan mengambil peran aktif. "Kami hadir sebagai wujud dukungan, sebagai tanda bahwa perjuangan ini tidak sendirian. Kami dari Dana Mitra Tani, yang sehari-hari bergelut dengan persoalan petani di darat, merasa terpanggil untuk mendukung saudara-saudara kami di pesisir. Karena kita semua adalah satu, terhubung oleh alam yang sama. Jika laut sakit, dampaknya akan terasa di daratan," lanjutnya. Dirinya juga secara spesifik menyoroti pentingnya dukungan terhadap perempuan nelayan di Jeneponto. "Perempuan adalah pilar dalam keluarga nelayan, mereka bekerja keras, baik di laut maupun di darat. Perjuangan mereka untuk memastikan keluarga tetap sejahtera di tengah ancaman kerusakan laut adalah inspirasi bagi kita semua. Dengan hadir di sini, kami ingin menunjukkan bahwa kami mendukung sepenuhnya perjuangan mereka," jelasnya. Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto 2025 akan menjadi wadah strategis untuk menyatukan kekuatan. Dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat pesisir, pembudidaya rumput laut, nelayan, komunitas lokal, dan NGO, acara ini diharapkan mampu menghasilkan aksi nyata dan rekomendasi kebijakan yang dapat mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk mengambil langkah tegas dalam mengendalikan pencemaran limbah tambak udang. "Mari kita jadikan Pesta Rakyat Pesisir ini sebagai titik tolak. Mari kita satukan suara dan langkah. Laut yang sehat adalah masa depan yang cerah untuk anak cucu kita. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir, bersuara, dan bersama-sama menegaskan komitmen kita: selamatkan laut Sulawesi Selatan," pungkas Puswandi dengan penuh semangat. [irp]
Topik terkait
#jeneponto #bina desa #pesta rakyat #dmt bulukumba