Pertama Kalinya, Bathynomus Raksasa Ditemukan di Perairan Indonesia
Klikhijau.com – Perairan Indonesia memang cukup luas dan menyimpan keanekaragaman hayati laut yang melimpah. Namun, belum semua jenis keanekaragaman hayati laut perairan Indonesia terungkap. Perair...
Klikhijau.com – Perairan Indonesia memang cukup luas dan menyimpan keanekaragaman hayati laut yang melimpah.
Namun, belum semua jenis keanekaragaman hayati laut perairan Indonesia terungkap. Perairan Indonesia masih menyimpan banyak misteri.
Salah satu bukti keanekaragaman hayati laut belum banyak tersentuh adalah penemuan jenis baru krustasea (udang-udangan) Bthynomus raksasa yang ditemukan di Indonesia. Sekilas hewan laut tersebut mirip kecoak. Bathynomus biasa juga disebut kutu laut.
Penemuan tersebut merupakan pertama kalinya terjadi di perairan Indonesia. Penemuaan tersebut ‘dipecahkan’ oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.
[irp]
Dengan adanya penemuan itu membuktikan jika masih banyak potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang belum terungkap.
“Masa depan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia berkejaran dengan laju kepunahan jenis dan mungkin juga taksonom sebagai garda terdepan,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi.
Tidak hanya itu, dengan ditemukannya Bathynomus raksasa tersebut, juga menjadi kabar gembira bagi orang yang bergelut di bidang ilmu taksonomi.
Bidang ilmu tersebut selama ini terbilang sepi peminat. Maka dengan adanya penemuan Bathynomus raksasa menjadi capaian yang luar biasa besar bagi seorang seorang taksonomis.
“Penemuan jenis baru merupakan capaian besar seorang taksonomis apalagi jenis spektakuler dari sisi ukuran bahkan ekosistem di mana jenis tersebut ditemukan,” ungkap Cahyo.
Dilansir dari laman resmi LIPI, Bathynomus memiliki ciri-ciri, yakni tubuh pipih dan keras, walaupun tidak memiliki karapaks atau cangkang keras yang melindungi organ dalam pada tubuh krustasea.
Ia juga memiliki mata yang besar, pipih, dan memiliki jarak cukup lebar di antara keduanya. Organ di bagian kepala adalah sepasang antena panjang, sepasang antena pendek di ujung kepala, serta mulut dan anggota tubuh yang bermodifikasi untuk alat makan di segmen bagian bawah kepala. Bathynomus memiliki tujuh pasang kaki jalan dan lima pasang kaki renang.
[irp]
Untuk Bathynomus raksasa yang ditemukan di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa pada kedalaman 957-1259 meter di bawah permukaan laut. Proses identifikasi dilakukan dari holotype jantan berukuran 363 milimeter dan paratype betina berukuran 298 milimeter.