Perokok Jadi Salah Satu Penyumbang Sampah Terbanyak di Bumi
Klikhijau.com – Aco, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tapi, ia sudah lihai mengisap rokok. Setelah rokoknya mencapai titik batas, ia membuangnya begitu saja. Bukan hanya Aco yan...
Klikhijau.com – Aco, masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tapi, ia sudah lihai mengisap rokok. Setelah rokoknya mencapai titik batas, ia membuangnya begitu saja. Bukan hanya Aco yang memiliki kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dilakukan oleh jutaan orang. Setidaknya dua pertiga puntung rokok ditemukan berserakan di trotoar atau selokan, dan akhirnya berujung di lautan.
Nationalgeographic.grid.id, Sabtu, 23 Februari 2019 lalu, jika kelompok konservasi kelautan, Ocean Conservancy, yang berbasis di Washington DC mengungkap bahwa sampah yang paling banyak ditemukan di lautan adalah puntung rokok. Sejak mulai mengumpulkan sampah pada 1986, kelompok itu telah mengumpulkan lebih dari 60 juta puntung rokok hanya di pantai sekitar Washington DC.
Sementara itu CNN memberitakan, Jumat 25 Januari 2019 silam, sekitar 6 triliun rokok diproduksi setiap tahun dan lebih dari 90 persen filternya mengandung plastik. Ini artinya ada lebih dari 1 juta ton plastik setiap tahun yang diproduksi dari rokok. "Banyak perokok berasumsi penyaring rokok terbuat dari bahan yang bisa terbiodegradasi atau bisa diolah. Padahal, filter rokok terbuat dari selulosa asetat (jenis plastik yang butuh sekitar satu dekade untuk bisa terurai)," jelas Elizabeth Smith yang bekerja di kebijakan pengendalian tembakau di Universitas California San Francisco. Selain rokok, ini jenis sampah yang banyak menghuni lingkungan seperti yang diberitakan di nationalgeographic.grid.idKLIK INI: Hikayat Tentang Pohon yang Dipaku sebagai Bak Sampah
-
Kemasan makanan
-
Kantung plastik
Sebuah laporan sintesis yang dikeluarkan World Bank tahun 2018 lalu menemukan bahwa komposisi sampah kantung plastik di sungai Jakarta tergolong besar, yaitu 21.6 persen atau kedua terbesar setelah kategori sampah organik lain yang jumlahnya mencapai 52,1 persen. Laporan tersebut menyebutkan bahwa persentase yang cukup besar itu tidak mengejutkan karena kebanyakan orang biasa membuang sampah dengan kantung plastik, sebab dianggap lebih murah dan efesien, padahal anggapan itu sungguh keliru.KLIK INI: Kisah Sampah yang Menghuni Sepanjang Jalan Nusantara
-
Sedotan plastik
-
Styrofoam