Perjumpaan Sukacita dengan Kupu-Kupu Papilio Ascalapus
Klikhijau.com - Jelang siang. Mendung telah merapat di TB (tandabaca), Desa Kindang. Itu membuat saya memutuskan pulang lebih cepat ke rumah. Terjebak hujan di TB seorang diri sungguh sunyi. Saya men...
Klikhijau.com - Jelang siang. Mendung telah merapat di TB (tandabaca), Desa Kindang. Itu membuat saya memutuskan pulang lebih cepat ke rumah. Terjebak hujan di TB seorang diri sungguh sunyi.
Saya menuruni tangga rumah pohon Kaisah Ayatulauni, lalu mengenakan sepatu boots warna hitam. Sepatu yang setia menemani beraktivitas di TB. Begitu sepatu terpasang dan bersiap melangkah pulang. Langkah saya berbalik arah. Bukan ke arah jalan pulang. Tetapi, bergerak ke bawah pohon cengkeh yang ditumbuhi bunga Impatiens walleriana. Bukan bunga tanaman itu yang menarik hati untuk mendekat, tetapi ada seekor kupu-kupu berwarna hitam menari riang di kelopaknya. [irp] Serangga penyerbuk itu berpindah dari satu kelopak bunga ke kelopak lainnya. Saya mendekatinya dengan gerakan seminim mungkin. Tak ingin mengusik kesenangannya saat saya memotretnya. Harapan saya nyaris pupus di hari Kamis, 6 Maret 2023 itu. Sebab kupu-kupu tersebut terbang menjauh, tetapi tak lama, lalu kembali lagi menari di atas kelopak bunga berwarna keunguan itu. Berkali-kali ia terbang jauh, berkali-kali pula ia kembali. Dan berkali-kali pula saya memotretnya, juga mengambil videonya. Tak muda memotret benda yang terus bergerak. Apalagi hanya menggunakan kamera gawai. Hasil potret saya pun kurang maksimal. Namun, itu tak mengapa, sebuah potret atau foto adalah pengingat, sebuah penanda dan kenangan. [irp] Jika diingat-ingat, itu pertama kalinya saya menjumpai kupu-kupu serupa itu. Karenanya, begitu berhasil memotretnya, saya mengirimkannya ke Taufiq Ismail. Seorang kawan yang bertugas di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Taufiq adalah seorang "pengintai" kupu-kupu. Pengetahuannya tentang serangga penyerbuk itu tak meragukan. "Ini kupu-kupu jenis apa, ukurannya besar?" tanya saya via WhatsApp “Itu namanya Papilio ascalapus, Jantan,” jawab Taufiq “Ini pertama kalinya saya lihat di TB,” “Itu karena ada bunga, makanya dia datang. Baiknya juga tanam jeruk supaya betinanya datang bertelur,” jelas Taufiq. [irp]