Perjalanan 5 Tahun Program USAID Bangun Kawasan Konservasi Perairan di Indonesia Timur
Klikhijau.com - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mengakhiri program Suistainable Ecosystem Advanced (SEA) setelah berhasil merealisasikan kawasan konservasi perairan (KKP) selu...
Klikhijau.com - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mengakhiri program Suistainable Ecosystem Advanced (SEA) setelah berhasil merealisasikan kawasan konservasi perairan (KKP) seluas 1,6 juta hektare di 3 provinsi Indonesia bagian timur.
Program yang telah berjalan sejak 2016 ini berfokus pada konservasi beberapa wilayah perairan di Maluku, Maluku Utara dan Papua.
USAID SEA bertujuan untuk membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mewujudkan 30 juta hektare kawasan konservasi kelautan dan mendukung pembentukan 14 kawasan konservasi perairan di beberapa wilayah di Indonesia.
Program ini mengelola dana sebesar 32 juta US dollar atau Rp 448 miliar berasal dari pemerintah Amerika Serikat yang berfokus memajukan perikanan berkelanjutan dan konservasi laut.
Program USAID bersama KKP berawal dari kekhawatiran akan kerusakan kawasan laut Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
Maraknya aktivitas eksploitasi penangkapan ikan besar-besaran dan pengrusakan habitat ikan seperti terumbu karang dan mangrove mengancam kelestarian laut Indonesia. Terlebih lagi laut Indonesia menjadi sumber pangan utama bagi jutaan keluarga Indonesia.
[irp]
Dalam catatanya, USAID menjelaskan,” United States Agency for International Development (USAID) mendukung KKP dalam bentuk kerjasama melalui Proyek USAID SEA (Sustainable Ecosystem Advanced), menindaklanjuti komitmen yang dicanangkan dalam Inisiatif Segitiga Terumbu Karang serta dalam rangka menjawab kebutuhan yang mendesak meningkatkan kapasitas para pengelolanya. Fokus utama dari USAID SEA adalah untuk membangun kawasan konservasi di Indonesia Timur dan untuk mengambil pembelajaran bagi penguatan pelindungan habitat laut serta perikanan yang sangat berharga di Indonesia,” jelas USAID.
Dalam perjalannya, USAID SEA juga menaruh fokus pada wilayah pengelolaan perikanan seluas 21,7 Hektar dalam status perbaikan pengelolaan perikanan. Selain itu, terdapat 17,2 juta hektare dalam status perbaikan pengelolaan dengan implementasi perencanaan tata ruang laut (marine spatial planning).