Perihal Pohon Sawo dan Hal Lain yang Menarik Tentangnya
Klikhijau.com - Pohon itu tumbuh di taman belakang rumah kekasih. Rindang dan menyejukkan ketika panas matahari sedang memanggang Sungguminasa, Gowa. Taman kecil itu tidak terawat, tapi pohon tersebut...
Klikhijau.com - Pohon itu tumbuh di taman belakang rumah kekasih. Rindang dan menyejukkan ketika panas matahari sedang memanggang Sungguminasa, Gowa. Taman kecil itu tidak terawat, tapi pohon tersebut tetap tumbuh subur dan tabah.
Kehadirannya menjadi berkah bagi berbagai jenis burung, bahkan kelelawar bersarang di dalam rumah kekasih (nama rumah yang saya huni). Tak ingin jauh dari pohon itu.
Jika buahnya masak, rasanya lembut dan manis. Mengandung banyak sari buah. Memilki biji keci yang keras, yang bisa mencapai 12 butir. Buahnya jika baru dipetik teksturnya keras, dan perlu disimpan 3-7 hari agar menjadi masak dan lunak agar bisa dimakan.
Awalnya saya tak tahu itu pohon apa, hingga suatu hari Ibu datang dari Bulukumba dan melihatnya.
“Nupinnaja-naja kamua inne sao manilayya,” ujar ibu, yang artinya kurang lebih begini, kenapa kamu membuang-buang buah sawo ini. Bagi orang Bugis-Makassar, sawo lebih dikenal dengan nama sao manila.
Tidak banyak orang yang tahu atau pernah melihat pohon sawo, itu terbukti dari setiap orang yang berkunjung ke rumah kekasih selalu bertanya, ini pohon apa. Ketika saya menjawabnya, pohon sawo, mereka kerap membalasnya.
“Oo, ini yang dinamakan sawo,”
Padahal, kata sawo sangat populer, sebab biasa dicirikan dengan kulit seseorang, yakni berkulit sawo matang. Saya sebelum kenal sawo, kerap juga menulis kulit saya sawo matang, meski kenyataannya tak demikian.
[irp]
Sawo manila (manilkara zapota)
Di Wikipedia, namanya memang sawo manila (manilkara zapota). Pohon buah yang bisa berumur panjang. Dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 M. Bercabang rendah, batang sawo manila berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh bagiannya mengandung lateks atau getah berwarna putih susu yang kental. Sawo manila berdaun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Sari buahnya dapat dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Getahnya dapat dijadikan lem ataupun pernis. Di Amerika, getahnya disadap, dikentalkan menjadi chicle yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi aneka bahan baku industri sebagai pengganti getah perca dan bahan penambal gigi. Kayu sawo berkualitas bagus, tergolong kayu keras dan berat dengan tekstur halus dan pola warna yang menarik. Karena itulah disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran, termasuk untuk pembuatan patung, karena sifatnya yang mudah dikerjakan dan dipelitur. Juga memiliki keawetan yang baik, tahan terhadap serangan jamur dan serangga. Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Menurut penelitian yang dikutip Setiawan Dalimartha bahwa secara in vitro, ekstrak daun sawo manila dengan kadar 0,5%, 1%, dan 2% dapat meningkatkan kelarutan batu ginjal dan garam kalsium lainnya. Diketahui juga, bahwa daya larut ekstrak metanol lebih besar daripada ekstrak air. [irp] Pohon sawo tahan terhadap kekeringan, salinitas yang agak tinggi, dan tiupan angin keras. Dan dapat berbunga serta berbuah sepanjang tahun, akan tetapi pada umumnya terdapat satu atau dua musim berbuah puncak. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Amerika tropis seperti Guatemala, Meksiko, dan Hindia Barat- dan di Jawa, tumbuhan ini bisa didapati di dataran rendah. Para penjajah bangsa Spanyol membawanya dari Meksiko ke Fhilipina, dan kemungkinan dari sana menyebar ke Asia Tenggara. Di Indonesia yang terkenal adalah sawo manila, sawo duren, sawo mentega, dan sawo kecik. Di dalam sawo dapat ditemukan protein nabati, lemak sehat, kalsium, karbohidrat, fosfor, hingga berbagai vitamin, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan vitamin E. Tak hanya itu, sawo juga kaya akan kandungan serat. Sawo memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.-
Meningkatkan daya tahan tubuh
-
Mencegah anemia
-
Mengatasi sariawan
-
Menjaga kecantikan kulit
-
Menjaga kesehatan mata
-
Mengatasi nyeri otot
-
Mengatasi stres
-
Mengatasi wasir dan gangguan pencernaan lainnya
-
Menjaga kesehatan tulang dan gigi
-
Menjaga kesehatan ginjal
-
Dapat mengobati tifus