Perihal Climate Anxiety yang Rentan Dialami Anak Muda dan Cara mengatasinya
Klikjhijau.com - Climate anxiety dikenal juga dengan eco-anxiety. Eco-anxiety adalah istilah yang menggambarkan peningkatan tekanan secara emosional, mental atau fisik akibat perubahan iklim. Isti...
Klikjhijau.com - Climate anxiety dikenal juga dengan eco-anxiety. Eco-anxiety adalah istilah yang menggambarkan peningkatan tekanan secara emosional, mental atau fisik akibat perubahan iklim.
Istilah lain yang sering digunakan untuk mengakui adanya kekhawatiran tentang masa depan Bumi dan kehidupan di dalamnya adalah climate change anxiety, eco-angst, eco–trauma, dan climate change distress.
Eco-anxiety merupakan bentuk pengakuan bahwa masalah lingkungan seperti kekurangan makanan dan air, kepunahan spesies, perubahan cuaca ekstrim, kenaikan suhu, peningkatan masalah kesehatan yang menjadi ancaman kelangsungan hidup umat manusia.
Harus memang diakui perubahan iklim telah membawa dampak buruk yang tidak sedikit, termasuk dalam hal kesehatan mental.
[irp]
Laporan tahun 2017 lalu oleh American Psychological Association menghubungkan dampak perubahan iklim dengan kesehatan mental dan merujuk eco-anxiety sebagai ‘ketakutan kronis akan malapetaka lingkungan’.
Rentan usia yang paling terdampak perubahan iklim, dalam hal kecemasan adalah anak muda. Melansir dari BBC, sebuah survei global baru yang menunjukkan bahwa kecemasan tentang perubahan iklim lebih banyak dirasakan oleh anak muda.
Survei tersebut dilakukan dilakukan di 10 negara yang dipimpin oleh Bath University yang bekerjasama dengan lima universitas yang didanai oleh Avaaz.
Temuan tersebut didasarkan pada umpan balik dari 10.000 orang. Mereka berada pada rentang usia antara 16 dan 25 tahun.
Hasilnya hampir 60 persen anak muda mengatakan sangat prihatin akan perubahan iklim. Lebih dari 45 persen mengatakan kehidupan sehari-hari mereka dipengaruhi oleh perubahan iklim.
[irp]
Tiga perempat mengatakan masa depan menakutkan, dan lebih dari setengahnya (56 persen) mengatakan bahwa mereka berpikir umat manusia akan punah atau hancur. Sedangkan, dua pertiga dari mereka merasa sedih, cemas, takut, cemas, putus asa, dan marah. Faktor yang diklaim jadi penyebab meningkatkan eco-anxiety adalah akses internet, bencana alam, eksposur terhadap kondisi lingkungan, dan dampak lingkungan pada masa mendatang. Selain anak muda, yang rentan mengalami eco-anxiety adalah komunitas adat, penderita disabilitas atau kesehatan kronis, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, dan kehutanan. Mereka inilah yang menjadi subjek paling terdampak eco-anxiety karena terdampak langsung perubahan iklim. Meski begiti, aco-anxiety ini bukanlah kondisi klinis, tetapi merupakan respons tidak terhindarkan dan logis terhadap ancaman ekologis. Dalam konteks ini adalah sebuah upaya mendorong individu untuk mencari solusi agar dapat tetap survive. eco-anxiety adalah suatu respons emosional unik untuk mendorong usaha mencari cara dalam mencegah kerusakan iklim. [irp] Perubahan iklim akan memungkinkan muncul rasa frustrasi terhadap sejawat abai akan perubahan iklim. Selain itu generasi tua yang lepas tangan karena tidak ada tindakan nyata. Hal itu akan melahirkan rasa bersalah karena jejak karbon; perasaan depresi atau panik terkait pikiran obsesif tentang iklim, degradasi lingkungan, dan stress akibat perubahan iklim. Dengan adanya perasaan seperti itu, maka secara tidak langsung akan berkontribusi pada masalah lain, misalnya gangguan tidur, kurang nafsu makan, kesulitan berkonsentrasi, dan frustasi.Hal yang mesti dilakukan
Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi climate anxiety sebelum berkembang menjadi gangguan akut, di antaranya:-
Lakukan aktivitas fisik
-
Aksi nyata
-
Apreasiasi alam
-
Merawat lingkungan
-
Diskusi terbuka
- Berbagi tips mengatasi climate anxiety