Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Perahu Kertas Lepas

Lepas sauh perahu kembali dalam pelayaran mencari cinta di luas samudera Biduk mulai di rasa gelombang menari makin erotis laun hempasannya bagai gulungan naga meliukluahkan hasrat Perahu k...

Oleh Redaksi 07 Jul 2019 00:11 2 menit baca
Lepas sauh perahu kembali dalam pelayaran mencari cinta di luas samudera Biduk mulai di rasa gelombang menari makin erotis laun hempasannya bagai gulungan naga meliukluahkan hasrat Perahu kertas warna emas makin lepas jauh jauh Pada senja matahari malu ketika memandang perahu ragaku mengulum senyum lambaikan bendera rindu Kedipan matahari dengan sinar redup lirih berkata "Dayunglah terus dayung, aku akan tidur sejenak, tanpaku kau pasti bisa berlayar, sebab sinarmu lebih bening dari dengus uapku," [irp] Perahu kertas berwarna pelangi mempertahankan birahi jiwa terus berlayar Tak perduli pada senja akan pergi Gejolaknya terpacu kian menjadi rumbai-rumbainya mulai berzikir doa-doanya menghardik setan untuk menyingkir Saat malam sepi sunyi perahu kertas perlahan mangkir jungkir terombang ambing terbentur karang tebing menjerit dahsyat melengking Karam pada remasan badai samudera marah karang mengunyah perahu kertas warna emas gugur terhempas Cepu 1-7-2019
RETNO RENGGANIS, Wanita tomboy ini lahir di kota Blora 21 Desember 1968, lima bersaudara. Aktif sebagai aktivis, juga pengurus persilatan Merpati Putih Cabang Cepu. Suka menulis puisi sejak muda, karyanya termuat dalam antalogi: GUGUS WAKTU, MELIPAT KATA BERIBU MAKNA, OMBAK-OMBAK TEPI, RUMAH SERIBU JENDELA, 45 WANITA DALAM PUISI, SERIBU SISI NH DINI, dan lainnya. Aktif di sastra maya, menjadi Admin, pula. Wanita ini suka dunia mistik, suka makan kuncup melati, dalam mottonya: Jadilah seperti lentera yang bisa menyinari tiap celah kegelapan. Dan ingat perasaan itu seperti laut, jika sudah tidak terkendali akan menghancurkan.
[irp]
Topik terkait
#sastra hijau #perahu kertas #retno rengganis