Penyelamatan Penyerbuk Dinilai Semakin Mendesak, Ini yang Perlu Dilakukan!
Klikhijau.com – Menyelamatkan penyerbuk menjadi suatu keniscayaan. Itu jika ingin melihat Bumi baik-baik saja. Peran penyerbuk tidak bisa dipandang remeh. Mereka berperan penting pada perkembangan dan...
Klikhijau.com – Menyelamatkan penyerbuk menjadi suatu keniscayaan. Itu jika ingin melihat Bumi baik-baik saja. Peran penyerbuk tidak bisa dipandang remeh. Mereka berperan penting pada perkembangan dan keselamatan ekosistem.
Saat ini berbagai gerakan telah dilakukan untuk menyelamatkannya, misalnya gerakan No Mow May di Inggris, yakni gerakan tidak memotong rumput di bulan Mei (baca di SINI). Gerakan lainnya yakni memperingati hari lebah sedunia setiap pada tanggal 20 Mei (baca di SINI)
Sebagaimana diketahui, lebah memiliki peran yang signifikan sebagai penyerbuk tanaman. Jadi, lebah tidak hanya menghasilkan madu, tetapi juga menjaga lingkungan.
Tidak hanya lebah yang memiliki peran sebagai penyerbuk, tapi juga kupu-kupu-ngengat, burung hingga kelelawar. Sayangnya semua penyerbuk saat ini telah berada di bawah ancaman serius karena aktivitas manusia.
[irp]
Tumbuhan liar maupun tumbuhan budidaya sangat bergantung pada penyerbukan, yakni tindakan pemindahan serbuk sari yang sebagian besar tidak terlihat dari antera jantan bunga ke kepala putik betina, proses ini sangat penting dalam mendukung kesehatan ekosistem. Bayangkan saja diperkirakan hampir 90 persen spesies tumbuhan berbunga liar di dunia bergantung pada penyerbukan hewan, baik seluruhnya atau sampai taraf tertentu. Jadi, jika penyerbuk tidak segera diselamatkan lalu punah, maka 90 persen spesies tersebut akan terancam punah pula. Selain itu interaksi biologis penyerbuk tersebut berdampak luas pada dunia manusia, sebab mempengaruhi lebih dari 75 persen tanaman pangan dunia dan 35 persen lahan pertanian global. Penyerbuk tidak hanya penting untuk ketahanan pangan kita, tetapi juga berkontribusi untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman yang mereka promosikan di seluruh ekosistem tidak hanya indah, tetapi juga penting bagi keseimbangan alami planet ini. Saat ini, nyaris jenis penyerbuk terancam oleh produksi monokultur intensif dan penggunaan pestisida yang tidak tepat, Sebagian karena kehilangan habitat. [irp] Praktik pertanian intensif, perubahan penggunaan lahan, penanaman tunggal, pestisida, dan peningkatan suhu yang terkait dengan perubahan iklim, menambah deret masalah bagi penyerbuk. Faktor-faktor ini mengurangi makanan dan tempat berumah mereka. Selain itu, penggunaan bahan kimia sangat berbahaya bagi mereka dan dapat merusak sistem kekebalannya.-
Pertanian ramah penyerbuk
-
Apa yang mesti dilakukan
-
Menyiapkan tanaman penyerbuk
-
Ciptakan habitat bagi penyerbuk
-
Memberi penyadaran