Pencitraan Bisa Menyesatkan Pengelolaan Lingkungan
Klikhijau.com – Pengelolaan lingkungan tidak bisa setengah-setengah. Apalagi hanya numpang “keren” untuk keperluan tertentu atau istilah luasnya “pencitraan”. Karena hal itu bisa menyesatkan. Tidak...
Klikhijau.com – Pengelolaan lingkungan tidak bisa setengah-setengah. Apalagi hanya numpang “keren” untuk keperluan tertentu atau istilah luasnya “pencitraan”. Karena hal itu bisa menyesatkan.
Tidak hanya pencitraan yang bisa menyesatkan dalam pengelolaan lingkungan, tetapi juga perilaku modis dan asumsi yang keliru tentang kondisi masyarakat sekitar. Masyarakat yang secara langsung mengalami dampak eksternalitas.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan bahwa tersesat yang dimaksud dalam hal ini ialah kesalahan dalam nengambil langkah kebijakan karena hanya didasarkan pada perilaku modis dan pencitraan.
"Kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dapat menyesatkan. Apabila didasarkan pada data dan gambaran figuratif. Bukan gambaran kondisi lapangan yang senyatanya. Kita tidak boleh tersesat dalam hal pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan!" tegas Siti Nurbaya beberapa waktu lalu.
[irp]
Masyarakat sekitarlah yang menurut Siti Nurbaya paling memahami bagaimana mengelola sumber daya alam dan lingkungannya. Karena merekalah yang terkena langsung dampak eksternalitas paling dekat.
"Sebagai masyarakat dan bangsa yang ingin maju. Kita perlu memahami dengan baik konstelasi ini. Sehingga tidak ada peluang untuk menjadi tersesat," ungkapnya.