Penasaran, Inilah 6 Sosok Penerima Penghargaan Konservasi di Hari Kehati 2019

Klikhijau.com – Saya harus akui, tempat penyelenggaraan hari perayaan keanekaragaman hayati (Kehati) 2019 mengagetkan saya. Tak pernah ada dalam bayangan saya jika di jalan Makam Pahlawan terdapat seb...

Penasaran, Inilah  6 Sosok Penerima Penghargaan Konservasi di Hari Kehati 2019
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ia memanfaatkan kondisi itu dengan melakukan  sosialisasi kepada pengunjung, khususnya pelajar dan generasi muda dan bahkan anak-anak TK dan SD.



  • Anis Kurniawan



Ia seorang penulis dan peneliti, terlibat dalam banyak riset sosial dan politik di antaranya mengenai "Politik Pemiskinan" kerjasama Ford Foudation 2010, "Pemilu 2014 dan Politik uang" 2014 kerjasama dengan Tifa Foundation, riset soal "Rantai Ekonomi Rumput Laut di Sulsel" kerjasama Oxfam 2017 dan lainnya. Ia aktif menulis esai dan sastra sejak tahun 2001.

Anis adalah CO Founder dan Direktur sekaligus pendiri Klikhijau.com, media yang fokus menyuarakan isu lingkungan. Ia termotivasi  mendirikan Klikhijau.com, karena melihat bahwa problem besar dalam isu lingkungan adalah soal paradigma.

Hampir semua masalah lingkungan seperti sampah, ilegal loging, perdagangan satwa, pencemaran dan lainnya terjadi karena  tidak ada perspektif berpikir yang baik tentang ekosistem.

Pada saat yang sama, narasi edukasi bertema ekologis sangat miskin. Oleh sebab itu, ia merasa perlu  ada sebuah media yang concern membangun narasi peduli dan sadar lingkungan.



  • Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka



Ia seorang akademisi peduli konservasi, sebagai Profesor di Universitas Hasanuddin dengan bidang keahlian Ekologi Hutan, ia telah banyak kontribusi dalam bentuk literatur buku, karya tulis ataupun narasumber terkait konservasi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan

Lelaki kelahiran Kelahiran Gianyer, 30 Maret 1960 telah menulis beberapa karya, di antaranya Pengantar Dendrologi, Jenis-Jenis Keruing. Ia juga ikut ekpedisi Gandang Dewata dan narasumber dari buku Gema Gandang Dewata yang terbit tahun 2018 lalu



  • Nur Akbar Alam



Sebagai  kader konservasi tingkat madya angkatan III Tahun 1994/1995, ia telah  aktif di kegiatan penanaman mangrove secara bertahap sejak 2009 sampai dengan sekarang. Ia adalah sosok yang peduli keberlangsungan hidup mangrove.

Baginya, hutan mangrove memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada didalamnya. Hutan mangrove memberikan objek wisata yang berbeda dengan objek wisata alam lainnya.

Maka dari sudut pandang itulah, ia selalu peduli terhadap perubahan-perubahan global mencoba melestarikan mangrove pesisir, karena mangrove juga sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil.



  • Rosida Tayeb



Ia adalah Manager Gowa Discovery Park yang merupakan  salah satu lembaga konservasi exsitu dalam bentuk taman satwa, yang dilengkapi wahana waterboom dan treetop yang beralamat di Benteng Somba Opu, Kel. Barombong, Kab. Gowa Sulawesi Selatan.

Taman satwa milikinya  memiliki visi misi menjadikan taman satwa terbaik di Indonesia Timur serta menjadi panutan bagi usaha pengembangan dan pelestarian satwa lain.

Ia berharap Gowa Discovery Park dapat menciptakan pengalaman tak terlupakan melalui lingkungan interaktif dan edukatif yang berkualitas.

Di Gowa Discovery Park pengunjung bisa melihat aneka ragam koleksi satwa dalam habitat alaminya baik satwa yang dilindungi maupun satwa satwa yang tidak di lindungi dengan di dukung pelayanan yang baik dan infrastruktur yang terawat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2