Pemandu Wisata TNGD Belajar Interpretasi Keanekaragaman Hayati

Klikhijau.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menggelar pelatihan interpretasi keanekaragaman hayati bagi para pemandu wisata lokal di Mamasa (26-28/5/2025)....

Pemandu Wisata TNGD Belajar Interpretasi Keanekaragaman Hayati
Bacakan Artikel

Selain itu, kedua pengajar juga menguatkan kemampuan berkomunikasi dan mengelola materi pengayaan yang nantinya akan dibagikan pada para wisatawan.

Pelatihan ini berlangsung menarik dan terbilang sukses karena memadukan antara teori dan praktik lapangan. Para peserta diberi pemahaman langsung bagaimana menyambut wisatawan dari berbagai latar kebudayaan.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberi wawasan kepada para pemandu wisata lokal perihal komunikasi efektif yang ramah. Para wisatawan memerlukan informasi lengkap tentang TNGD. Karenanya, tugas para pemandu adalah memperkaya pengetahuan khususnya mengenai pengeetahuan lokal masyarakat di sekitar tanaman nasional akan potensi kehati di TNGD,” pungkas Anis Kurniawan.

Tentang TNGD

Taman Nasional Gandang Dewata berada di Gunung Dewata, merupakan gunung tertinggi kedua dari gugusan Pegunungan Quarles. Kawasan ini terletak di empat kabupaten, yaitu Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara. Untuk berkunjung ke kawasan konservasi ini bisa menempuh jalur dari Polewali menuju Mamasa atau bisa juga dari Mamuju ke Kecamatan Tabulahan.

Gandang Dewata ditetapkan sebagai taman nasional ke-53 di Indonesia pada Oktober 2016 dengan luas 180.078 hektare. Kawasan ini dikelola oleh Balai Besar KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Sulawesi Selatan.

Taman Nasional Gandang Dewata merupakan salah satu wilayah yang dilalui Garis Wallace, garis yang memisakan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Kawasan ini memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Beberapa spesies yang ada bahkan sangat khas dan hanya ada di kawasan TNGD.

Berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2013, Taman Nasional Gandang Dewata merupakan habitat bagi sejumlah burung endemik dan ditemukan pula spesies-spesies baru. Terdapat 417 jenis burung di Sulawesi dengan 116 di antaranya adalah endemik.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2