OPAB GEMPA, Barometer Organisasi Pencinta Alam di Makassar
[hijau]Berpetualang ke alam bebas menebar cinta, melestarikan alam[/hijau] Klikhijau.com - "Tulis saja nama media sosial saya, Natural Thari, pakai huruf H setelah T," pintanya saat saya menanyakan...
[hijau]Berpetualang ke alam bebas menebar cinta, melestarikan alam[/hijau]
Klikhijau.com - "Tulis saja nama media sosial saya, Natural Thari, pakai huruf H setelah T," pintanya saat saya menanyakan nama yang harus saya tulis di kontak hape.
Saya bertemu dengannya di salah satu perumahan di Jalan Pendidikan Makassar. Pertemuan kami tak disengaja. Saya datang karena diajak seorang teman, yang katanya ada bincang-bincang mengenai lingkungan.
Namun ketika saya sampai, di pagar rumah terpasang spanduk bertuliskan OPAB GEMPA Makassar lalu ada tulisan open recruitment, kemudian ada tulisan Prabu x disusul tulisan penerimaan anggota baru angkata X 2019.
[irp posts="5856" name="Komunitas Laut Biru dan 5 Pesan Cinta untuk Kelestarian Kawasan Pesisir"]
Saya direcoki rasa penasaran tentang OPAB GEMPA Makassar. Itu pertama kalinya saya membaca dan mendengar namanya. Hari itu, Minggu, 28 Juli 2019.
Namun, ketika pantat saya belum menyentuh kursi plastik warna biru di teras rumah. Mustari Zainal (nama asli) Natural Thari datang menyalami saya. Tentu dengan senyum ramahnya. Dia memperkenalkan diri sebagai pembina OPAB GEMPA Makassar.
OPAB GEMPA Makassar merupakan kependekan dari Organisasi Petualangan Alam Bebas Generasi Muda Pencinta Alam Makassar. Sayang perbincangan kami terusik oleh kesibukannya.
Maka ketika saya hendak pulang, saya meminta nomor Whattsappnya. Dia berjanji akan mengirimkan info tentang OPAB GEMPA Makassar, organisasi yang dibinanya.
OPAB GEMPA Makassar adalah sebuah organisasi petualangan dan kepencinta alaman yang berorientasi ke petualangan alam bebas dan pelestarian alam.
[irp posts="2091" name="Mapala PMK UNM dan Komitmen Melahirkan Kader Peduli Lingkungan"]
Organisasi yang berdiri tanggal 14 November 1994. Di usia yang mendekati 25 tahun telah banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian memperingati ulang ahun ke 25. Di antaranya tanggal 12 -18 Agustus 2019 akan melakukan pendakian dengan melintasi dua puncak gunung.
Dua puncak gunung tersebut, yaitu gunung Lompo Battang dan gunung Bawakaraeng. Tak hanya mendaki, sebab akan dirangkaiandengan kegiatan bakti sosial di desa Lembang Bu,ne, Kec. Malakji, Gowa. Desa tersebut merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke gunung Lompo Battang.