Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Kolaborasi Berdampak

OPAB GEMPA, Barometer Organisasi Pencinta Alam di Makassar

[hijau]Berpetualang ke alam bebas menebar cinta, melestarikan alam[/hijau] Klikhijau.com - "Tulis saja nama media sosial saya, Natural Thari, pakai huruf H setelah T," pintanya saat saya menanyakan...

Oleh Irhyl R Makkatutu 31 Jul 2019 08:27 3 menit baca
[hijau]Berpetualang ke alam bebas menebar cinta, melestarikan alam[/hijau] Klikhijau.com - "Tulis saja nama media sosial saya, Natural Thari, pakai huruf H setelah T," pintanya saat saya menanyakan nama yang harus saya tulis di kontak hape. Saya bertemu dengannya di salah satu perumahan di Jalan Pendidikan Makassar. Pertemuan kami tak disengaja. Saya datang karena diajak seorang teman, yang katanya ada bincang-bincang mengenai lingkungan. Namun ketika saya sampai, di pagar rumah terpasang spanduk bertuliskan OPAB GEMPA Makassar lalu ada tulisan open recruitment, kemudian ada tulisan Prabu x disusul tulisan penerimaan anggota baru angkata X 2019. [irp posts="5856" name="Komunitas Laut Biru dan 5 Pesan Cinta untuk Kelestarian Kawasan Pesisir"] Saya direcoki rasa penasaran tentang OPAB GEMPA Makassar. Itu pertama kalinya saya membaca dan mendengar namanya. Hari itu, Minggu, 28 Juli 2019. Namun, ketika pantat saya belum menyentuh kursi plastik warna biru di teras rumah. Mustari Zainal (nama asli) Natural Thari datang menyalami saya. Tentu dengan senyum ramahnya. Dia memperkenalkan diri sebagai pembina OPAB GEMPA Makassar. OPAB GEMPA Makassar merupakan kependekan dari Organisasi Petualangan Alam Bebas Generasi Muda Pencinta Alam Makassar. Sayang perbincangan kami terusik oleh kesibukannya. Maka ketika saya hendak pulang, saya meminta nomor Whattsappnya. Dia berjanji akan mengirimkan info tentang OPAB GEMPA Makassar, organisasi yang dibinanya. OPAB GEMPA Makassar adalah sebuah organisasi petualangan dan kepencinta alaman yang berorientasi ke petualangan alam bebas dan pelestarian alam. [irp posts="2091" name="Mapala PMK UNM dan Komitmen Melahirkan Kader Peduli Lingkungan"] Organisasi yang berdiri tanggal 14 November 1994. Di usia yang mendekati 25 tahun telah banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian memperingati ulang ahun ke 25. Di antaranya tanggal 12 -18 Agustus 2019 akan melakukan pendakian dengan melintasi dua puncak gunung. Dua puncak gunung tersebut, yaitu gunung Lompo Battang dan gunung Bawakaraeng. Tak hanya mendaki, sebab akan dirangkaiandengan kegiatan bakti sosial di desa Lembang Bu,ne, Kec. Malakji, Gowa. Desa tersebut merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke gunung Lompo Battang.
Tidak takut kehilangan
Kegiatan lainnya akan ada dialog lingkungan hidup dari tokoh pencinta alam, pemerintah, dan pemerhati lingkunagn dalam kegiatan NATURL DAY seperti tahun sebelumnya. Kegiatan yang saya hadiri di hari Sabtu itu, merupakan Penerimaan Anggota Baru (PRABU X) yang anggota barunya berjumlah 10 orang. OPAB GEMPA Makassar memang tak membutuhkan kuantitas tapi kualitas. [irp posts="2497" name="Zero Waste, Komunitas yang Kampanyekan Zero Plastik di Makassar"] Kesepuluh orang itu telah melalui tahapan recruitment selama satu bulan, diawali wawancara dan physicotest bagi calon peserta. Kemudian dilanjut dengan seleksi administratif. Lalu seleksi tes kemampuan dasar dan tes fisik selama tiga hari. Semua itu adalah hal wajib bagi calon peserta PRABU OPAB Gempa Makassar. "Setelah melewati beberapa tahapan, satu keharusan yang kami tawarkan untuk memasuki kelanjutannya di materi kelas Indoor). Alhamdulillah proses itu terjadi dan ada yang tak sampai ke indoor. Namun kami sepakat faham bahwa kami tak takut kehilangan karena percaya adanya seleksi alam, akhirnya yang lolos hanya tersisa 10 0rang," ungkap Natural Thari. Organisasi ini masih aktif hingga kini, bahkan menurut Thari, salah seorang pemateri yang membawakan materi pada Prabu X mengungkapkan jika OPAB GEMPA Makassar menjadi barometer organisasi pencinta alam di Makassar. [irp posts="1882" name="Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan, Penebar Inspirasi dari Negeri Penuh Kanal"]
Topik terkait
#lingkungan #pencinta alam #alam bebas #opab makassar #pelestarian alam