Ngeri, Tempat Paling Terpencil di Dunia Pun Tercemari Plastik

Klikhijau.com - Apa yang membawanya hingga sampai ke tempat paling jauh? Manusiakah, air, angin, atau bintang? Jawaban siapa yang membawanya memang sulit ditemukan. Namun, jika pertanyaannya adalah "b...

Ngeri, Tempat Paling Terpencil di Dunia Pun Tercemari Plastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Apa yang membawanya hingga sampai ke tempat paling jauh? Manusiakah, air, angin, atau bintang? Jawaban siapa yang membawanya memang sulit ditemukan. Namun, jika pertanyaannya adalah "berasal dari mana? Maka jawabannya akan sangat muda: dari manusia.

Begitulah sifat plastik yang dibuang bukan pada tempatnya. Ia bisa menjelajah sangat jauh tanpa bisa ditemukan secara pasti, siapa yang membawanya.

Pasti kamu masih ingat berita yang miris bulan Mei lalu, ketika Victor Vescovo seorang penjelajah dari Amerika. Ketika dia melakukan penyelaman laut dengan kapal selam di palung terdalam di dunia, yakni Palung Mariana di Samudra Pasifik. Dia menemukan hal yang sangat miris, sampah plastik.

Setelah penemuan itu, ia mengutarakan kekecewaannya kepada manusia yang tak tahu cara mengolah sampahnya dengan baik. Yang merasa sangat nyaman jika membuang sampah di sembarang tempat, khususnya sampah plastik

"Sangat mengecewakan ketika melihat pencemaran akibat ulah manusia ini, dari titik terdalam di lautan," kata Vescovo yang telah berusia 53 tahun, seperti yang dimuat The Independent bulan Mei lalu.

Palung terdalam yang dihuni sampah plastik berserakan di dasar laut sejauh 6,8 mil atau 10.943,5 meter. Tentu saja hal itu mengejutkan dan menyedihkan.

Apalagi menurut PBB, limbah plastik telah mencapai proporsi epidemi di lautan dunia, dengan jumlah sekitar 100 juta ton yang dibuang ke laut

Sampah plastk terus saja bergerak. Bukan hanya sampai pada laut terdalam di dunia. Tetapi telah meresap ke berbagai aspek kehidupan di planet bumi.

Adalah Lintar Satria yang menulis di republika.co.id bahwa pencemaran plastik kini telah sampai ke daerah yang paling terpencil sekalipun seperti di Kutub Utara.

Nah, seperti pertanyaan di awal tulisan ini, siapa yang membawanya. Jawabannya adalah serba tidak pasti. Bahkan para ilmuwan bingung bagimana banjir polusi itu bisa mengalir jauh dari tempat asalnya yakni perkotaan.

Berasal dari langit

Science Advances melaporkan sejumlah fragmen plastik dan fiber yang 'subtansial' mencapai gumpalan es di Selat Fram, sebuah hamparan laut yang tidak berpenghuni di Kutub Utara. Terletak di Greenland dan kepulauan Svalbard di Arktik Norwegia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2