Miris, Pelajar SMPN 10 Bulukumba Temukan Mikroplastik di Sungai Balantieng
Klikhijau.com – Penemuan mikroplastik di sungai Balantieng nyata adanya. Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale’, Kabupaten Bulukumba telah membuktikannya belum lam...
Klikhijau.com – Penemuan mikroplastik di sungai Balantieng nyata adanya. Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale’, Kabupaten Bulukumba telah membuktikannya belum lama ini (baca INI).
Bukti terbaru jika mikroplastik telah menghuni sungai Balantieng ditemukan oleh siswa SMPN 10 Bulukumba bersama Yayasan Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON). Padahal sungai Balantieng menjadi sumber kehidupan masyarakat di sekitar DAS Balantieng.
Pengujian mikroplastik di sungai Balantieng dilakukan di Kelurahan Dannuang, kecamatan Ujung Loe positif mengandung mikroplastik dengan jenis Filamen, Fragmen, Foam dan Fiber.
Kegiatan penelitian tersebut melibatkan siswa sebanyak 35 orang. Sebelum melakukan penelitian siswa diperkenalkan mengenai ekosistem sungai dan ancaman mikroplastik di sungai.
[irp]
Kegiatan penelitian kualitas air sungai ini disambut antusias oleh para siswa di SMPN 10 Bulukumba.
Salah satu siswa bernama Khaera mufliha (13) mengungkapkan bahwa ia senang dengan kegiatan penelitian ini, sebab ia merasa bisa belajar secara langsung meneliti di sungai.
Tidak hanya itu, siswa kelas 8 tersebut juga merasa kaget dengan kandungan mikroplastik yang ditemukan. Sebab sebelumnya ia merasa sungainya bersih namun banyak mengandung mikroplastik.
Selain pengujian mikroplastik, para siswa juga melakukan penelitian dengan parameter Nitrat, Nitrit, Fosfat, Klorin, TDS, PH dan DO. Sementara hasil pengujian menunjukkan bahwa Nitrat 1 ppm, Nitrit 0 ppm, Fosfat 0,6 ppm (melebihi baku mutu yakni 0,2 ppm), Klorin 0 ppm, TDS 30 ppm, PH 7 dan DO 6,4 ppm.
[irp]
"Melalui kegiatan penelitian kualitas air sungai secara langsung, siswa diharapkan dapat merasakan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan makhluk hidup, sehingga termotivasi untuk berkontribusi dalam upaya pelestarian," ungkap Erni, salah satu guru di sekolah tersebut.