Mewaspadai 6 Dampak Buruk dari Asap Api
Klikhijau.com – Asap api hadir dari sesuatu yang terbakar. Entah disengaja atau tidak. Ketika yang terbakar luas dan banyak, maka asapnya pun akan banyak. Selama ini asap api yang selalu dikhawatir...
Klikhijau.com – Asap api hadir dari sesuatu yang terbakar. Entah disengaja atau tidak. Ketika yang terbakar luas dan banyak, maka asapnya pun akan banyak.
Selama ini asap api yang selalu dikhawatirkan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap dari karhutla sangat mengganggu karena jumlahnya bisa tak terhitung dan berlangsung lama.
Asap api adalah campuran kompleks dari polutan udara yang dihasilkan ketika bahan organik di pepohonan dan vegetasi lainnya terbakar. Ini mengandung partikel padat dan gas.
Saat terjadi kebakaran khususnya karhutla, maka akan mendatangnya banyak dampak buruk, baik kesehatan, ekonomi maupun lingkungan.
[irp]
Asap kebakaran hutan juga dapat berdampak pada iklim. Aerosol dalam asap dapat memiliki efek pendinginan dengan memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa dan pemanasan dengan menyerap panas, efek bersihnya bergantung pada keseimbangan antara keduanya.
Karbon hitam atau jelaga dalam asap api adalah penghangat yang sangat kuat dan dapat berkontribusi pada pencairan yang dipercepat saat mendarat di salju dan es dan menggelapkan permukaannya.
Efek asap api dapat berkisar dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga gangguan yang lebih serius, termasuk penurunan fungsi paru-paru, bronkitis, eksaserbasi asma, dan kematian dini. Yang paling berisiko adalah individu dengan penyakit jantung atau paru-paru, warga lanjut usia, dan anak-anak.
Berikut ini beberapa dampak dari asap api:
-
Senyawa organik yang mudah menguap (VOC)
-
Hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH)
-
Materi partikulat (PM)
-
Karbon monoksida (CO)
-
Nitrogen oksida (NOx)
-
Ozon