Meski Akan Dilarang Pemerintah, Kamu yang Suka ‘Thrifting’ Mungkin Setuju Ini!
Klikhijau.com – Bisnis pakaian impor bekas sebetulnya sudah ada sejak lama. Di Makassar dinamai “cakar”, di Sumatera akrab dinamai “Monza”, di daerahmu apa? Apapun namanya, banyak orang jadi penikm...
Klikhijau.com – Bisnis pakaian impor bekas sebetulnya sudah ada sejak lama. Di Makassar dinamai “cakar”, di Sumatera akrab dinamai “Monza”, di daerahmu apa?
Apapun namanya, banyak orang jadi penikmat aktivitas pilih-pilih barang bekas. Barangkali itupula sebabnya sehingga aktivitas eksplore barang bekas lebih populer dinamai “thrifting”.
Thrifting adalah suatu aktivitas membeli pakaian bekas atau benda-benda second hand di toko barang bekas, pasar loak bahkan via online-shop.
Thrifting secara leksikal merujuk pada arti “hemat”. Yah, aktivitas belanja pakaian bekas merupakan bagian dari kesadaran menghemat uang. Namun, tetap berpeluang mendapatkan barang-barang bagus, bermerek dan vintage.
Faktanya, thrifting tidak sekadar untuk hemat. Lebih dari itu, ia menjelma jadi hobi. Bahkan memantik hormon kebahagiaan. Jika seseorang mendapatkan barang terbaik di pasar loak barang bekas, tentu suatu pencapaian tersendiri bukan?
[irp]
Beberapa tahun terakhir ada semacam pergeseran budaya dimana penikmat thrifting menyasar seluruh kelas sosial. Lihatlah bagaimana toko-toko trifting di kota Anda. Menjamur. Bahkan lebih ramai dari mall.
Mereka yang datang adalah anak-anak muda. Penikmat baju bekas yang mendambakan barang-barang unik demi tampil beda dan menawan.
Jadi, apalah daya bila Pemerintah benar-benar melarang “thrifting” khususnya untuk barang-barang impor. Kabarnya, “thrifting” hanya diperbolehkan untuk barang-barang bekas domestik.
Tujuannya tentu demi kesehatan dan merebaknya bisnis pakaian illegal yang potensi merusak produk lokal. Jika benar-benar dilarang atau dibatasi, apakah “thrifting” dengan produk lokal masih seheboh barang-barang impor? Apakah kamu masih mau menjejakinya?
[irp]
Benefit “Thrifting”
Seperti judul artikel ini, sekali lagi ada sensasi tersendiri yang membuat banyak orang ketagihan dengan “thrifting”. Kamu mungkin sepakat beberapa hal di antaranya:- Harganya murah
- Barang Vintage
- Lebih Ramah Lingkungan
- Melatih Ketelatenan
- Melatih “Slow Living”