Menyerap Sensasi Hijau Donggia Bersama TBM Al-Abrar, Bulukumba

Klikhijau.com – Dini hari, hujan turun di Donggia. Meski tak terlalu deras, tapi memaksa beberapa peserta Kemah Literasi yang digagas Komunitas Balita Baling Taman Bacaan Basyarakat (TBM) Al-Abrar ter...

Menyerap Sensasi Hijau Donggia Bersama TBM Al-Abrar, Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Dini hari, hujan turun di Donggia. Meski tak terlalu deras, tapi memaksa beberapa peserta Kemah Literasi yang digagas Komunitas Balita Baling Taman Bacaan Basyarakat (TBM) Al-Abrar terjaga. Termasuk saya.

Awalnya saya mengira hanya saya saja yang terjaga dan memindahkan tenda camp ke dalam tenda lain—yang sengaja dipasang panitia untuk mengantisipasi hujan. Tenda itu cukup besar menyerupai tenda pada pesta pernikahan. Berwarna biru. Kontras dengan warna Donggia yang berpalut hijau.

Untungnya hujan dini hari di tanggal 28 september 2024 itu tak berlangsung lama. Meski begitu, tetap mampu menyempurnakan gigil yang jadi ciri khas desa yang berada pada ketinggian.

Donggia sendiri terletak di Desa Kahayya, Bulukumba. Desa yang belum cukup sedekade berpisah dari induknya, Desa Kindang. Desa yang kini bersalin wajah jadi desa wisata yang banyak diincar para penikmat keindahan dan kealamian alam.

TBM Al-Abrar memilih Donggia untuk melaksanakan kemah literasi bukan tanpa alasan. Kemah literasi itu memuat agenda kegiatan berupa loka karya penulisan artikel dengan tema “Plesir Wisata Alam dan Budaya di Bulukumba.”

Sebagai wisata alam yang menawarkan sensasi hijau dan kesegaran dengan pemandangan pegunungan eksotis yang masih asri dan alami. Pilihan lokasi Donggia sangatlah tepat.

“TBM Al -Abrar adalah pelaksana tunggal kegiatan ini. Sebagai pelaksana tunggal, saya bebas memilih lokasi asal masih ada dalam Kabupaten Bulukumba. Wisata Donggia adalah tempat yang tepat sesuai dengan tema kegiatan yang diangkat,” ungkap Aidar Milyar, ketua TBM Al-Al-abrar.

Apa yan diungkap Aidar memang benar. Para peserta yang didominasi pegiat literasi antusias dan tampak menikmati  kegiatan tersebut. Sebab selain mengikuti kegiatan,  peserta bisa healing. Alam terbuka adalah tempat healing yang paling bagus.

Sebuah penelitian dari International Journal of Environmental Research and Public Health bahwa adanya sistem parasimpatis pada tubuh yang aktif saat kita bermain ke alam yang dapat mengurangi kelelahan mental serta memulihkan kapasitas fungsi kognitif, dalam hal ini, yaitu daya fokus.


Para peserta yang berjumlah 20 orang yang hadir pada kegiatan yang digelar Jumat 27-28 September 2024 itu memang dituntut untuk mengembangkan sisi kognitifnya, sebab mereka harus menulis artikel tentang wisata alam dan budaya yang ada di Bulukumba.

“Plesir wisata alam dan budaya di Bulukumba adalah salah satu kegiatan yang disetujui oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dari 12 kegiatan yang diusulkan. Ini sebagai upaya TBM Al-Abrar  mengenalkan dan melestarikan wisata alam dan budaya yang ada di Bulukumba,” tambah Aidar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2