Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Menilik Kandungan Abu Kayu, Apakah Baik untuk Tanah dan Tanaman?

Klikhijau.com -  Abu kayu kerap dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Kalsium karbonat (kapur) yang dikandungnya mampu mengurangi keasaman tanah. Karena itu,  abu kayu dapat menjadi...

Oleh Tim Redaksi 06 Oct 2024 09:28 3 menit baca
Klikhijau.com -  Abu kayu kerap dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Kalsium karbonat (kapur) yang dikandungnya mampu mengurangi keasaman tanah. Karena itu,  abu kayu dapat menjadi pengganti kapur komersial. Meski begitu, abu kayu dari daerah dengan curah hujan tinggi cenderung lebih asam daripada tanah di daerah kering. Karena itu, abu kayu dari daerah dengan curah tinggi dapat menjadi bahan tambahan yang baik untuk taman di daerah hujan. Namun, jika  jika tanah terlalu basah, sebaiknya hindari menggunakan abu kayu. Selain memiliki kalsium karbonat, abu kayu juga dapat membantu struktur dan porositas tanah, sehingga air dapat mencapai akar dengan lebih mudah. ​​ Abu kayu dapat membantu memecah tanah liat. [irp] Perlu diketahui, tanah yang sehat kaya akan karbon, dan abu kayu mengembalikan karbon organik ke dalam tanah. Itu berarti abu kayu juga berperan dalam penyerapan karbon—tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan skala kebun di halaman belakang, tetapi sangat membantu. Tidak terbatas disitu saja, abu kayu juga mengandung kalium, fosfor, magnesium, dan sejumlah kecil unsur lainnya, yang semuanya merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman. Kalium, kalsium, dan magnesium sangat mudah larut dalam air, sehingga efeknya pada tanah lebih cepat daripada unsur lainnya. Namun, abu kayu tidak mengandung banyak nitrogen. Penambahan urin manusia menjadikannya pupuk yang hampir lengkap. Ada beberapa jenis tanaman yang menyukai abu kayu, di antaranya  kacang, stroberi, bawang merah, bawang putih,  wortel, lobak,  sawi, selada,  bayam hingga  brokoli, kubis, dan kembang kol. [irp]
Sebagai pengendali hama
Selain dapat meyuburkan tanaman, abu kayu juga terbukti efektif dalam mengendalikan berbagai macam hama kebun—mulai dari siput dan bekicot hingga kumbang dan penggerek—sebagai larutan encer yang dioleskan pada daun dan sebagai debu. Di laboratorium, misalnya, abu kayu terbukti 100% efektif dalam mengendalikan kumbang kentang Colorado dalam bentuk dewasa dan larva, dan sama efektifnya terhadap kumbang penggerek biji-bijian. 1 2 Namun, jangan berharap hasil yang luar biasa seperti itu dalam kondisi kebun yang sebenarnya. Abu kayu menjadi kurang efektif saat lembap dan mudah tertiup angin saat kering. [irp]
Bagaimana cara menggunakan abu kayu?
Cara menggunakan abu kayu cukup mudah, cukup campurkan ke dalam tumpukan kompos. Terutama jika kompos tersebut mengandung banyak bahan nabati, karena abu akan menurunkan tingkat keasamannya. Pastikan untuk mencampurnya dengan baik dan gunakan hanya sesekali. Abu bersifat halus, jadi saat lembap, abu dapat membentuk lapisan penghalang, mengurangi tingkat aerasi yang diperlukan untuk penguraian. [irp] Selain itu, abu kayu juga dapat digunakan secara  di kebun atau lahan. Caranya kumpulkan dalam satu wadah lalu campurkan ke tanah. Taburkan abu kayu di sekitar tanaman yang sudah ada, seperti pohon atau tanaman tahunan yang baru tumbuh. Cara lainnya dapat dicampurkan ke dalam mulsa. Hindari menaburkan abu langsung ke tanaman, karena alkali dan garam di dalamnya dapat membakar dedaunan. Meski baik bagi tanah dan tanaman, namun sebaiknya hindari abu dari bahan apa pun yang mengandung cat, lem, plastik, atau kertas berwarna. Jangan sekali-kali menggunakan abu kayu yang dihasilkan dari kayu yang diolah dengan tekanan. Selain itu, sebaiknya jangan menebang pohon hanya untuk menghasilkan abu kayu. Apalagi membakar kayu juga dapat menimbulkan asap yang berpotensi sebagai polusi udara. [irp] Sumber: Treehugger
Topik terkait
#penyubur tanaman #pupuk tanaman #abu kayu #manfaat abu kayu