Menilik Kandungan Abu Kayu, Apakah Baik untuk Tanah dan Tanaman?
Klikhijau.com - Abu kayu kerap dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Kalsium karbonat (kapur) yang dikandungnya mampu mengurangi keasaman tanah. Karena itu, abu kayu dapat menjadi...
Klikhijau.com - Abu kayu kerap dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Kalsium karbonat (kapur) yang dikandungnya mampu mengurangi keasaman tanah.
Karena itu, abu kayu dapat menjadi pengganti kapur komersial. Meski begitu, abu kayu dari daerah dengan curah hujan tinggi cenderung lebih asam daripada tanah di daerah kering.
Karena itu, abu kayu dari daerah dengan curah tinggi dapat menjadi bahan tambahan yang baik untuk taman di daerah hujan. Namun, jika jika tanah terlalu basah, sebaiknya hindari menggunakan abu kayu.
Selain memiliki kalsium karbonat, abu kayu juga dapat membantu struktur dan porositas tanah, sehingga air dapat mencapai akar dengan lebih mudah. Abu kayu dapat membantu memecah tanah liat.
[irp]
Perlu diketahui, tanah yang sehat kaya akan karbon, dan abu kayu mengembalikan karbon organik ke dalam tanah. Itu berarti abu kayu juga berperan dalam penyerapan karbon—tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan skala kebun di halaman belakang, tetapi sangat membantu.
Tidak terbatas disitu saja, abu kayu juga mengandung kalium, fosfor, magnesium, dan sejumlah kecil unsur lainnya, yang semuanya merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman.
Kalium, kalsium, dan magnesium sangat mudah larut dalam air, sehingga efeknya pada tanah lebih cepat daripada unsur lainnya. Namun, abu kayu tidak mengandung banyak nitrogen. Penambahan urin manusia menjadikannya pupuk yang hampir lengkap.
Ada beberapa jenis tanaman yang menyukai abu kayu, di antaranya kacang, stroberi, bawang merah, bawang putih, wortel, lobak, sawi, selada, bayam hingga brokoli, kubis, dan kembang kol.
[irp]