Mengulik Fakta Penting dan Ancaman Nyata yang Mengintai Lahan Basah
Klikhijau.com – Lahan basah adalah lahan yang tertutup atau jenuh dengan air sepanjang atau sebagian tahun. Air yang membentuk lahan basah dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk pasang surut air...
Klikhijau.com – Lahan basah adalah lahan yang tertutup atau jenuh dengan air sepanjang atau sebagian tahun. Air yang membentuk lahan basah dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk pasang surut air laut, danau, sungai, rawa, sawah, dan lain sebagainya.
Keberadaan lahan basah sangat penting penting bagi manusia dan spesies lainnya. Baik itu flora maupun fauna. Saking penting dan mendesaknya untuk dilestarikan, maka dunia setiap tanggal 2 Februari memperingatinya sebagai hari lahan basah sedunia.
Lahan basah dapat memberi manfaat yang besar, baik sebagai penyedia sumber pangan dan air bersih, menjadi jalur migrasi burung, tempat wisata atau rekreasi, sebagai habitat satwa endemik dan dilindungi, sebagai penyimpan karbon, sebagai pengatur iklim mikro dan makro hingga memberikan perlindungan terhadap bencana alam.
Banyak fakta penting yang tidak terduga yang mengiringi keberadaan lahan basah, berikut di antaranya:
[irp]
- 40 persen dari seluruh spesies tumbuhan dan hewan hidup atau berkembang biak di lahan basah
- Lahan basah ada di setiap benua kecuali Antartika.
- Rawa air tawar adalah lahan basah yang paling umum dan tersebar luas di Amerika Utara.
- Lahan basah adalah rumah bagi hidrofit, yang secara harfiah berarti tanaman air.
- Setiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai hari lahan basah sedunia
- Sundarbans di India dan Bangladesh adalah rawa air asin yang memiliki hutan bakau terbesar di dunia yang tidak terputus dengan luas 140.000 hektar.
- Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia bergantung pada lahan basah untuk penghidupan mereka
- Lahan basah menyediakan habitat atau tempat berkembang biak bagi 40% spesies tumbuhan dan hewan.
- Menghilang tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan hutan dan dianggap sebagai ekosistem yang paling terancam di dunia.
- Studi tahun 2023 yang diterbitkan di Nature menyebutkan tingkat kehilangan lahan basah secara global lebih rendah namun tetap signifikan yaitu sebesar 21% antara tahun 1700 dan 2020
- Lahan gambut hanya menutupi sekitar 3% permukaan bumi, namun menyimpan sekitar 30% karbon tanah.
- Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak kehilangan lahan basah dibandingkan negara mana pun
- Penting bagi kesehatan manusia, pasokan makanan, peluang bagi pariwisata dan bagi lapangan kerja.
- Di masa lalu, lahan basah sering kali dianggap sebagai area limbah atau sumber nyamuk dan penyakit.
-
Sektor pertanian
-
Pembangunan kawasan perkotaan
-
Pembangunan bendungan
-
Dampak polusi
-
Krisis iklim