Mengintip Aksi Muda Jaga Iklim di Hari Sumpah Pemuda
Klikhijau.com – Perubahan iklim telah memicu beragam aksi. Di Indonesia perubahan iklim mengubah paradigma kaum muda. Melihat ancaman perubahan iklim semakin nyata dan serius. Kaum muda Indonesia...
Klikhijau.com – Perubahan iklim telah memicu beragam aksi. Di Indonesia perubahan iklim mengubah paradigma kaum muda.
Melihat ancaman perubahan iklim semakin nyata dan serius. Kaum muda Indonesia pun menggelar aksi, namanya Aksi Muda Jaga Iklim.
Aksi tersebut digelar bersamaan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis, 28 Oktober 202. Kegiatan tersebut digelar di 76 titik di Indonesia sebagai wujud kepedulian lingkungan kaum muda.
Aksi Muda Jaga Iklim ini merupakan gerakan bersama, terutama anak muda dan masyarakat. Tujuannya adalah untuk menjaga kelestariannya ekosistem, yaitu hutan hujan tropis, magrove, dan terumbu karang terhadap perubahan iklim.
[irp]
Aksi tersebut tidak digelar begitu saja. Namun, ada 6 pesan penting yang dibawanya, yakni jaga iklim dari rumah, jaga iklim dengan hijaukan bumi, jaga iklim dengan birukan laut, jaga iklim dengan green lifestyle, jaga iklim dengan ekspresi seni, dan jaga iklim dengan kolaborasi.
CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar mengatakan, dalam perlindungan sumber daya alam harus didorong terus untuk memperluas kesadaran akan bahaya krisis iklim di masa sekarang dan masa depan. Dalam hal tersebut, anak muda Indonesia sangat berperan penting bagi gerakan Aksi Muda Jaga Iklim.
Dengan adanya aksi tersebut diharapan dalam 5 tahun ke depan, hutan semakin hijau dan spirit menjaga hutan, laut, dan iklim bisa terus menular.
“Bahwa tahun 2020 adalah tahun terpanas di Asia termasuk Indonesia, merupakan rekor terbaru. Mari kita bersama menjaga dan melindungi hutan dan laut kita. Dan mari dukung bersama,” ujar Bustar Maitar dalam konferensi pers virtual, Rabu, 27 Oktober 2021.