Mengenaskan, Mulut Penyu Hijau Berubah Jadi Tempat Sampah
Klikhijau.com – Rasa penasaran berkecamuk di hati Tonjes. Dari kejauhan ia melihat benda berukuran besar mengapung. Saat itu, Tonjes yang merupakan pegiat wisata di Sumbawa Barat tengah membersihka...
Klikhijau.com – Rasa penasaran berkecamuk di hati Tonjes. Dari kejauhan ia melihat benda berukuran besar mengapung.
Saat itu, Tonjes yang merupakan pegiat wisata di Sumbawa Barat tengah membersihkan sampah di kawasan Pinisi, Pantai Poto Batu, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Ia berjalan mendekati benda tersebut. Setelah sampai alangkah kagetnya, sebab yang mengapung adalah penyu hijau.
Penyu itu telah kehilangan nyawanya, mati dengan mulut berubah jadi tempat sampah, iya melutnya penuh sampah plastik. Peristiwa penemuan penyu mati tersebut terjadi pada hari Kamis, 20 Februari 2020 lalu.
[irp]
Penyu yang bernama latin Chelonia myd tersebut mati secara mengenaskan, mulutnya berubah tempat sampah. Ada berbagai jenis sampah menyumbat mulutnya, di antaranya botol bekas teh botol.
“Bisa jadi, hewan itu mati karena tersedak sampah. Apalagi, dari dalam mulut ditemukan beberapa botol bekas teh botol,’’ katanya.
Tonjes mengeluarkan sampah-sampah plastik dari mulut penyu hijau betina ini. Ia tidak tega membedah lambung penyu untuk melihat jenis sampah apa yang masuk ke dalam tubuhnya
Penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Penyu hijau yang ditemukan Tonjes berukuran sekitar satu meter mati di Pantai Poto Batu, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Melihat banyak sampah menyumbat mulutnya, maka wajar jika penyu ini mati diduga karena memakan terlalu banyak sampah.
Menurut beberapa penelitian, ditemukan bahwa penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh, tetapi dengan waktu yang tidak terlalu lama, yaitu jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh dengan 58 sampai 73 hari saja
Ketika Tonjes menemukan penyu itu, ia memperkirakan kematiannya baru beberapa jam. Itu terlihat dari bangkai penyu masih segar. Kerang yang jadi parasit di cangkang penyu masih hidup, tak ada bau busuk.
Sebelum dibawa ke pesisir, bangkai penyu ini sempat terombang-ambing pasang surut air laut. Untuk mengevakuasinya ia memerlukan waktu cukup lama.
[irp]