Mengenal Tunjuk Langit, Tumbuhan yang Multi Manfaat
Klikhijau.com – Tengah malam. Sebuah foto masuk ke Whatsapp saya. Foto itu dikirim oleh Nasir. Salah seorang pemuda Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Bulukumba. “Ada rumput beginita yang tumbuh?” ta...
Klikhijau.com – Tengah malam. Sebuah foto masuk ke Whatsapp saya. Foto itu dikirim oleh Nasir. Salah seorang pemuda Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Bulukumba.
“Ada rumput beginita yang tumbuh?” tanyanya, menyertai foto yang dia kirim, Jumat, 29 September 2023 lalu.
Saya telah tidur ketika Nasir mengirimnya. Jadi, saya membalasnya ketika bangun di subuh hari.
“Anreppa, apa injo, gammara kamua “Belum ada, apai tu, indah sekali”? balas saya.
[irp]
“Ternyata tanaman ini dijadikan obat. Bisa dibeli akarnya 70.000/kg,” balasnya.
Nasir juga menerangkan jika foto tumbuhan itu dikirimkan oleh temannya. Saya diliputi rasa penasaran perihal tumbunan tersebut.
Itu pertama kalinya saya melihatnya, itu pun melalui foto—belum pernah melihatnya secara langsung. Saya mencoba mencari tahu perihal tumbuhan tersebut. Rupanya bernama tunjuk langit. Nama lainnya yang populer adalah jajalakan.
Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Helminthostachys zeylanica. Ia memiliki nama lokal yang beragam, di antaranya rawu bekubang, jajalakan, pakis kaler, kamraj.
Tunjuk langit ini merupakan tumbuhan pakis terrestrial. Ia adalah tumbuhan asli di Asia Tenggara dan Australia.
Untuk nama Helminthostachys yang disandangnya, konon berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni Helminen yang berarti cacing, dan stachys yang berarti telinga.
[irp]
Tumbuhan ini masuk di kelas Ophioglossophyta. Ia banyak ditemui di kawasan rawa yang terbuka serta bertanah liat dengan ketinggian kurang lebih 400 m dari permukaan laut.
Tunjuk langit ini adalah jenis tumbuhan yang dapat tumbuh baik di tanah yang lembap, belukar atau hutan.
Tumbuhan dari ordo Ophioglossales memilki akar yang tidak terlalu dalam. Akar rimpangnya sangat pendek. Tumbuhan ini memiliki daun yang bergerigi tumpul, tulang daun menyirip, dan majemuk