Mengapa Generasi Muda Lebih Peduli Lingkungan dan Isu Keberlanjutan?
Klikhijau.com – Di tengah krisis ekologi yang terus meluas, generasi muda telah menjadi bagian terpenting yang paling cemas dengan keadaan. Mereka adalah generasi Z dan milenial yang melek internet da...
Klikhijau.com – Di tengah krisis ekologi yang terus meluas, generasi muda telah menjadi bagian terpenting yang paling cemas dengan keadaan. Mereka adalah generasi Z dan milenial yang melek internet dan menyukai tantangan. Namun, juga diakui punya kepedulian sosial tinggi dan respek terhadap isu-isu lingkungan.
Ini satu kabar menggembirakan yang tetap membuat kita optimis di tengah kecemasan akan ragam masalah lingkungan.
Sebuah laporan berjudul “Radically Better Future : The Next Gen Reckoning” yang dihelat BBMG, 73% generasi muda mendukung unjuk rasa yang menyuarakan kepedulian pada isu tertentu, semisal demonstrasi gerakan Black Lives Matter yang terjadi beberapa waktu lalu. Ini berkebalikan dibanding generasi sebelumnya yang cenderung apatis dan pesimis pada masa depan.
Pemahaman kita pada generasi yang berbeda ini sangat penting ketika ingin mengetahui bagaimana bisnis dan merek dapat terhubung pada konsumen muda untuk mendorong dan mengaktivasi dukungan mereka pada masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Riset terbaru dari GlobeScan Healthy and Sustainable Living semakin mempertegas bagaimana sikap generasi muda dalam beropini, berpengalaman dan bersikap terhadap keberlanjutan (sustainability).
Riset ini diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi dari banyak pihak termasuk CVS Health, IKEA, PepsiCo, Visa, dan WWF International. Studi ini meriset 27.000 responden dari 27 pasar untuk mendalami pendapat mereka seputar hidup yang lebih sehat dan gaya hidup lestari.
[irp]
Hasilnya, generasi muda yakni Gen Z dan kaum milenial cenderung merasa malu untuk bertindak atau beraktivitas dengan gaya hidup yang jorok dan tak ramah lingkungan, dibanding generasi lain sebelum mereka.
Dengan cara pandang demikian, tak heran bila anak-anak muda sangat tertarik untuk mengubah perilakunya menjadi lebih sehat dan lestari dari hari ke hari. Hal ini ditunjukkan pula dengan banyaknya aksi-aksi penyelamatan lingkungan yang dimotori anak-anak muda.
Dikatakan bahwa Gen Z adalah yang paling berhasrat mengubah gaya hidup mereka agar lebih sehat dan ramah lingkungan. Anak-anak muda ini juga berkeinginan menolong sesama, yang diikuti oleh generasi milenial.
Fakta ini relevan dengan sejumlah penelitian beberapa tahun terakhir bahwa mayoritas konsumen generasi Z disebut melakukan beberapa bahkan banyak perubahan untuk lebih ramah lingkungan (74%), lebih sehat (80%), dan jiwa sosial dalam menolong sesama (77%).
Walau begitu, kesenjangan antara aksi dan keinginan untuk berubah masih cukup besar dalam semua kelompok usia. Ini adalah tantangan bagi pemilik merek dan bisnis agar mampu mengatasi (celah) sehingga bisa mengaktivasi perubahan yang positif.
[irp]
Disebutkan bahwa menyadari kesenjangan ini, Gen Z dan milenial adalah kelompok yang paling kritis. Mereka percaya punya kapasitas lebih dari yang sedang dilakukan, dan juga meyakini apa yang baik buat mereka juga baik bagi lingkungan.
Selain itu, Gen Z dan kelompok milenial, juga biasanya terpengaruh dan terinspirasi oleh influencer atau pesohor yang menganjurkan gaya hidup berkelanjutan atau lestari.