Seharusnya Kampus Jadi Pelopor Mengurangi Penggunaan Kertas

Klikhijau.com - Teknologi terus berkembang dengan gilang gemilang. Hadir satu per satu menjadi solusi pelbagai masalah manusia yang kian kompleks. Salah satu produk teknologi yang nyaris telah menj...

Seharusnya Kampus Jadi Pelopor Mengurangi Penggunaan Kertas
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Jumlah tersebut belum termasuk dengan makalah, draf proposal, laporan KKN, dan skripsi yang harus diprint beberapa rangkap. Ribuan pohon bahkan jutaan harus ditebang untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut.

Dan ke manakah laporan, makalah, laporan KKN atau skripsi tersebut? Ditumpuk sampai berdebu atau berakhir di tempat sampah. Beruntung jika dosen masih sempat membaca seluruhnya. Atau sekadar formalitas dikumpulkan lalu dilopakkan karena hanya menyumpekkan ruangan saja.

Mengapa laporan-laporan, biasanya dari jurusan eksakta atau teknik seperti biologi dan teknik pertambangan, mesti diketik dengan mesin ketik manual dengan beratus-ratus lembar? Atau mengapa tugas-tugas mesti ditulis tangan? Jawabannya karena agar mahasiswa tak mengcopy paste.

Maka apakah dengan begitu, ada jaminan jika mahasiswa tak sekadar menyalin jawaban temannya yang lain? Alasan yang lain sebab dosen lebih senang dan lebih terbiasa dengan laporan terketik atau terprint. Jadi, alasannya soal perasaan lebih senang atau tidak, lebih terbiasa atau tidak.

Saat ini, di mana bumi kita semakin terancam, terutama karena hutan-hutan kita yang kian berkurang, besar harapan agar institusi pendidikan apalagi setingkat universitas dapat turut serta dan kalau perlu menjadi pelopor mengurangi penggunaan kertas.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2