Membaca hujan
Membaca hujan
gadis kecil itu kegirangan. baju sekolah yang akan dipakai upacara bendera telah kering. biasanya ia mesti menunggu sehari semalam.
tapi, ketika kemarau tiba, baju sekolahnya mengering dalam dua dengan tiga jam saja.
"aku ingin kemarau saja setiap hari Minggu," harapnya.
hari minggu adalah hari raya mencuci
hari Minggu kemarin, gadis kecil itu gagal mencuci pakaiannya
untuk pertama kalinya, hari Minggu tak ia rayakan dengan mencuci. ia sibuk mencari air.
air lupa jalan menuju rumahnya
ketika sedang duduk di teras mendengar lagu galau
ia berdoa diam-diam, agar hujan tiba menderas
dan air kembali mengalir ke rumahnya
ia ingin kembali merayakan hari Minggu dengan mencuci
Okt 2026
Mata Api
subuh tadi, kau mengirim kabar, seorang lelaki sepuh masuk hutan. di matanya ada bara api.
kau ingin melarangnya, tapi mulutnya penuh pasal-pasal
dan di tangannya ada berkas, ada tanda tangan pak lurah. di atasnya berstempel basah.
kertas bertanda tangan selalu lebih kuat dari, bahkan nyawa.
setelah orang itu masuk hutan, banyak orang ikut
mereka membeli mata api.
lalu merah menyala datang dari hutan
kukatakan padamu, hutan tak membakar dirinya sendiri. hutan tak punya korek, juga tak merokok
pun hutan sayang pada dirinya
hutan dibakar oleh lelaki sepuh itu
ia memiliki mata api
panas memanggang
lelaki sepuh itu, hanya perlu mengedipkan mata
semua akan terbakar
bukan hanya hati kekasih
tapi juga hutan dan semua kritik
Okt 2026
Api Berdasi
pernahkah kamu lihat api memakai dasi?
dasinya merah marah, penuh kerakusan
api berdasi itu dikoleksi oleh mereka yang menganggap masa depan hanya miliknya sendiri
yang lain numpang, tapi membayar pajak
api berdasi itu, bisa membakar apa saja, kecuali kekuasaan
Okt 2026