Melalui Perwali Bernomor 30, Bontang Perangi Sampah Plastik

Klikhijau.com - N.Yahya Yabo, salah seorang teman di Bontang, Kalimantan Timur mengirimkan sebuah gambar via Whatsapp tadi malam, tepat pukul 21:27 Wita. Gambar tersebut didominasi warna hijau dan put...

Melalui Perwali Bernomor 30, Bontang Perangi Sampah Plastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Setiap harinya petugas kebersihan mengangkut 90 ton sampah untuk diolah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Harapan masyarakat Bontang

"Itu akan menjadi titik awal perubahan, dengan dibuatnya Perwali ini akan dapat mengurangi penggunaan plastik di tempat perbelanjaan," kata Yabo, yang merupakan warga Bontang.

Dengan dikeluarkannya Perwali tersebut, tentu melahirkan sebuah harapan bagi masyarakat untuk melihat kotanya bebas dari sampah plastik.

"Perwali ini bisa mengubah penggunaan kantong plastik di masyarakat itu sendiri. Tapi, kita lihat pada penerapannya nanti apakah memang ada perubahan dalam penggunaan kantong plastik," tegas Yabo

Sebelum Perwali disahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Samarinda Nurrahmani mengatakan bahwa Perwali tersebut akan mengatur sanksi-sanksi. Mulai dari sanksi administrasi hingga pencabutan izin usaha.

"Setiap ada aturan pasti ada sanksi. Tapi, sanksi bertahap. Sanksi tertulis, hingga sanksi berat menanti,” pungkasnya.

Ancaman sampah plastik bukan hanya terjadi di Bontang, tetapi di Indonesia secara umum.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Tuti Hendrawati Mintarsih menyebutkan total sampah Indonesia tahun 2019 diperkirakan akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik akan mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah yang ada.

Berdasarkan studi yang dilaksanakan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) Badan PBB untuk program lingkungan tahun 2015, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik sebesar 3,2 juta ton setelah Cina yang mencapai hingga 8,8 juta ton.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Bontang memang patut diacungi jempol dan ditiru, sebab jika tidak ada upaya mengurangi sampah, khususnya sampah plastik.

Maka yang akan diwarisi oleh generasi mendatang adalah kesengsaraan, mereka akan hidup dalam kepungan sampah yang bisa membahayakan setiap saat.

Kota yang lain kapan ya menyusul?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2