Mayfly, Serangga Berumur Pendek yang Menjadi Indikator Perairan

Klikhijau.com – Serangga air yang satu ini. Memiliki waktu hidup di dunia ini yang sangat singkat. Hanya kurang lebih 24 jam saja. Setelah 24 jam. Ia akan mengembuskan napasnya yang terakhir. Meski...

Mayfly, Serangga Berumur Pendek yang Menjadi Indikator Perairan
Bacakan Artikel

Para mayflyes atau yang lebih biasa disapa mayfly ini. Saat  dewasa mereka akan melakukan perkawinan. Caranya dengan cara bergerumul di atas permukaan air atau melakukan tarian dengan terbang bersama.

Sistem perkawinan serangga ini, setelah menemukan pasangannya masing-masing.  Mereka akan memisahkan diri.

Proses perkawinannya pun terbilang singkat, hanya hitungan detik saja.  Namun, meski perkawinannya singkat, namun hasilnya luar biasa. Setelah sang betina dibuahi, akan terbentuk sekitar 500-1.000 telur.

Telur telur tersebut diletakan di atas  permukaan air yang tidak tercemar alias bersih. Hal menarik lainnya adalah saat dewasa  mereka tidak mengonsumsi makanan. Energinya untuk bertahan hidup didapatkan ketika masih fase nimfa.

Hewan purba

Lalat capung ini juga dikenal dengan nama lalat satu hari. Penamaan itu karena melihat masa keberadaannya di atas dunia ini yang sangat singkat.

Mayfly ini merupakan serangga yang suka muncul  secara bergerombol. Jumlahnya bisa sangat besar. Beberapa spesies mayfly biasa datang setiap bulan Mei.

Selain berumur pendek, tantangan lain yang sering dihadapi mayfly ketika berbentuk nimfa adalah jadi santapan lezat bagi ikan dan kodok.

Dan ketika  memasuki tahap subimago dan imago. Musuh yang harus dilawan adalah burung, dan hewan pengerat seperti tikus dan kadal Hewan-hewan ini  menjadi predator yang ditakuti oleh mayfly.

Itu artinya, di umurnya yang pendek, mayfly telah “memanfaatkan” dirinya menjadi makanan bagi hewan lain untuk bertahan hidup.

Selain lalat capung, serangga sehari, mayfly  juga memiliki nama lain, yakni canadian Soldiers dan June bugs.

Konon hewan ini telah ada jauh sebelum dinosaurus muncul di bumi. Artinya serangga yang satu ini merupakan hewan purba yang telah menjadi saksi perjalanan zaman.

Para ahli memperkirakan jika serangga ini sudah hidup selama 350 juta tahun lamanya. Bahkan ilmuwan menganggapnya sebagai serangga paling primitif di dunia.

Anggapan itu karena melihat  beberapa ciri yang dimiliki serangga ini, di antara memiliki ekor yang sangat panjang dan tidak mampu melipat sayapnya secara merata di atas perut mereka.

Lalat capung  merupakan ordo dari serangga hemimetabola bersayap.  Ia  menyebar luas di hampir  di seluruh lingkungan air tawar yang ada di dunia ini.

Ia merupakan ordo dari 3000 spesies lebih. Mereka  tersebar dalam 40 famili. Ia merupakan pula  salah satu serangga bersayap tertua. Bahkan  fosilnya sudah ada sejak  zaman karboniferus hingga permian.

Itulah sekilas tentang serangga berumur pendek bernama mayfly. Meski berumur pendek ia memiliki peran penting bagi lingkungan sebagai indikator perairan yang bebas polutan.

Berbagai sumber

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2