Matt dan Jalan Terjal Menyelamatkan Buaya Berkalung Ban
Klikhijau.com - Buaya berkalun ban yang viral di Palu memang telah mengundang perhatian dunia. Sejumlah media asing mengulas fenomena ini, sembari memberi kritik pada otoritas setempat yang sebelumnya...
Klikhijau.com - Buaya berkalun ban yang viral di Palu memang telah mengundang perhatian dunia. Sejumlah media asing mengulas fenomena ini, sembari memberi kritik pada otoritas setempat yang sebelumnya membuka sayembara pada publik.
Seperti diketahui, keberadaan buaya berkalung ban ini sudah ada sejak tahun 2016. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Tengah sempat menggelar sayembara demi membebaskan jerat ban di leher buaya, namun tak ada yang berani coba-coba.
BBKSDA bahkan berpikir mendatangkan Panji petualang untuk membantu tetapi gagal. Kejadian ini akhirnya melibatkan pemerhati reptil asal Australia, Matt Wright dan rekannya menangani buaya ini. Matt dimasukkan sebagai bagian penting dalam Tim Satgas penyelamatan buaya.
Keputusan ini tertera dalam surat Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK kepada BBKSDA Sulteng bernomor S.110/KKH/MJ/KSA.2/02/2020 tertanggal 10 Februari 2020. Kehadiran Matt yang juga seorang presenter National Geografic Wild ini mengundang harapan publik.
Bersama Timnya, Matt memulai dengan memasang perangkap pada Selasa 11 Februari 2020, sebuah perangkap berbahan besi berbentuk kotak memanjang. Plus enam tong plastik berwarna biru yang diikat dalam perangkap itu. Benda itu dipasang di di tengah aliran sungai. Sembari begitu, Matt dan rekannya juga memantau aktivitas buaya dengan menggunakan drone.
[irp]
Drone diterbangkan menyusuri sungai Palu. Sementara umpan berupa ayam dan pelampung diterbangkan untuk memancing buaya. Sayangnya, cara ini belum juga berhasil menangkap buaya berukuran 4 meter tersebut hingga Jumat 14 Februari 2020.
Si buaya justru tak acuh dan kembali membenamkan diri ke dalam air saat umpan telah ada di depannya. Sehari sebelumnya drone juga sempat digunakan Matt untuk memantau keberadaan buaya muara itu, namun penangkapan urung dilakukan lantaran ombak dan angin yang tidak mempersulit upaya tersebut.
Matt Wright sendiri mengakui tidak mudah menangkap buaya sepanjang lebih dari 4 meter itu. Selain area operasi atau daerah jelajah hewan buas tersebut yang luas, Matt juga menyebut buaya berkalung ban memiliki insting menghindar yang lebih peka dibanding buaya-buaya lainnya di lokasi yang sama.