Masker Ramah Lingkungan dari Bubuk Kopi
Klikhijau.com - Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak setahun terakhir telah menciptakan kebutuhan baru bernama masker. Penggunaan masker diyakini mampu menangkal peredaran virus yang masuk...
Klikhijau.com - Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak setahun terakhir telah menciptakan kebutuhan baru bernama masker. Penggunaan masker diyakini mampu menangkal peredaran virus yang masuk melalui alat pernafasan manusia. Karena itu, masker diwajibkan di seluruh negeri sebagai alat pengaman.
Namun, hal ini tentu berdampak bagi lingkungan. Dengan menjadikan masker sebagai kebutuhan utama, maka setiap orang akan memiliki konsumsi masker yang besar.
Akibatnya, limbah masker kian bertumpuk dan sulit diurai oleh tanah. Belum lagi penggunaan masker sekali pakai yang berbahan plastik dengan waktu pakai yang singkat.
Limbah masker plastik kian menumpuk. Tertimbun di tumpukan sampah ataupun mengambang di lautan dan menjadi sumber mikroplastik baru yang berbahaya bagi manusia dan hewan yang mengonsumsinya.
Untuk itu, dilakukan berbagai inovasi untuk menghilangkan limbah plastik masker sekali pakai dengan meleburkannya menjadi biji plastik. Biji ini nantinya akan menjadi bahan baku pembuatan peralatan dari plastik, seperti ember, kursi ataupun tali.
Hasil penelitian LIPI menemukan setiap 150 masker sekali pakai bila dileburkan akan menjadi 300 gram biji plastik. Jika separuh masyarakat Indonesia menggunakan 2 masker sekali pakai seberat 4 gram, artinya terdapat 500 kilogram limbah masker plastik yang terbuang setiap harinya.
Sebagai jalan keluar dari penggunaan limbah plastik yang tak baik bagi lingkungan, diibuatlah beberapa bahan utama masker yang bisa dibersihkan dan digunakan kembali (reusable mask). Seperti penggunaan masker kain yang kian banyak, sedikit banyak membantu menurunkan konsumsi masker plastik.
[irp]