Masker Mencegah Anda Tertular Virus Flu, Benarkah?
Klikhijau.com - Influenza (flu) disebabkan infeksi virus flu yang biasanya menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu sangat mudah menular, apalagi saat 3-4 hari pertama setelah pengidapnya ter...
Klikhijau.com - Influenza (flu) disebabkan infeksi virus flu yang biasanya menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu sangat mudah menular, apalagi saat 3-4 hari pertama setelah pengidapnya terinfeksi virus flu.
Virus ini bernama virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza). Virus flu menyebar terutama oleh tetesan yang keluar dari mulut dan hidung seseorang yang terinfeksi.
Tetesan tersebut keluar saat batuk, bersin, atau berbicara. Tetesan ini dapat menyebar hingga 2 meter jauhnya.
Hal tersebut membuat orang-orang akan mencari cara jitu lain untuk menghindarinya. Mengenakan masker.
[irp]
Memakai masker bedah untuk mencegah virus masuk ke paru-paru mungkin terlihat logis. Seperti itulah cara masker dipasarkan secara online.
Salah satu masker bedah bahkan menawarkan bisa “melindungi dari flu babi H1N1 yang mematikan.”
Anggapan orang sederhana. Jika kain ini berfungsi untuk ahli bedah, maka ini juga berfungsi untuk mereka. Jarang yang mengetahui jika masker bukan untuk melindungi pembedah.
Kain kasa ini dikenakan sebagai penghambat tetesan dari mulut atau hidung pembedah ke luka pasien. Tetesan itu bisa menyebabkan keracunan darah.
Meskipun telah digunakan lebih dari satu abad, efektivitasnya sebagai alat pencegah penyakit diragukan.
Sebuah penelitian baru menunjukkan, masker bedah dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri di ruang operasi.
Studi tersebut menemukan adanya bakteri di bagian luar masker yang digunakan. Meski masker tersebut dirancang untuk menjebak bakteri dari hidung dan mulut.
Beberapa orang mengenakannya mungkin untuk mencegah orang lain tertular. Namun, studi yang disebutkan di atas menyebut hal berbeda.
[irp]