Manusia Hanya Punya Dua Pilihan Terhadap Lingkungan, Menjaga atau Merusaknya, Pilih Mana?
Klikhijau. com – Berjalanlah sejauh yang kau bisa! Dan perhatikan di sekililingmu, di kiri kanan jalan. Perhatikan jika kau melewati sungai atau selokan di pinggir jalan! Ada hal yang selalu bisa kau...
Klikhijau. com – Berjalanlah sejauh yang kau bisa! Dan perhatikan di sekililingmu, di kiri kanan jalan. Perhatikan jika kau melewati sungai atau selokan di pinggir jalan! Ada hal yang selalu bisa kau temukan; sampah.
Bukan hanya sampah yang akan kau temukan, tetapi juga polusi udara. Bisakah kita jeda menghirup udara dalam sejam?
Kau tahu di sekeliling kita, rupanya disesaki oleh ancaman bagi kesehatan. Bukan hanya kesehatan manusia, bukan. Namun kesehatan bagi seluruh makhluk hidup yang menghuni bumi ini.
Ancaman yang mengintai itu disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Ulah kita semua, yang tanpa disadari menyebabkan bumi ini kian kritis. Ancaman itu berupa polusi udara, sampah dan perubahan iklim.
[irp posts="1839" name="Tahukah Anda, Perusak Lingkungan Lebih Berbahaya dari Teroris Bersenjata?"]
Iya, polusi berasal dari pembakaran sampah, asap buang mobil dan motor, dari pembangkit energi kotor seperti batu bara yang terus mencemari lingkungan.
Sementara sampah, khususnya sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Penggunaan rumah kaca dan listrik berlebihan, juga menyebabkan suhu bumi meningkat, sehingga memicu perubahan iklim.
Sebuah laporan bernada peringatan dari Organisasi Lingkungan PBB, UN Environment yang berjudul Global Environmental Outlook ke-6 (GEO-6) yang dirilis Rabu, 13 Maret 2019 lalu seperti yang diungkapkan laman Hijauku.com mengungkapkan manusia hanya memiliki dua pilihan terhadap keberlangsungan bumi ini.
Pertama, meningkatkan perlindungan atau menjaga lingkungan secara drastis, terutama bagi negara-negara Asia, Timur Tengah dan Afrika dan pilihan kedua, membiarkannya rusak.
Artinya dunia akan melihat jutaan warganya meninggal lebih cepat (prematur) pada pertengahan abad ini yang dipicu oleh pencemaran lingkungan.
Laporan tersebut merupakan laporan paling komprehensif yang disusun secara teliti dalam lima tahun terakhir. Sebanyak 250 ilmuwan terlibat menyusun laporan itu dan melibatkan para ahli dari 70 negara.
Laporan itu mengungkapkan, kerusakan lingkungan juga akan menyebabkan laki-laki dan perempuan menjadi mandul, mempersulit pasangan mendapatkan keturunan serta merusak perkembangan syaraf pada anak-anak.
“Kesehatan dan kesejahteraan umat manusia berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan. Buktinya sangat jelas secara ilmiah,” ujar Joyce Msuya, i Direktur Eksekutif, UN Environment.