Manusia Hanya Punya Dua Pilihan Terhadap Lingkungan, Menjaga atau Merusaknya, Pilih Mana?

oleh -287 kali dilihat
Sampah salah satu pemicu kerusakan lingkungan
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau. com – Berjalanlah sejauh yang kau bisa! Dan perhatikan di sekililingmu, di kiri kanan jalan. Perhatikan jika kau melewati sungai atau selokan di pinggir jalan! Ada hal yang selalu bisa kau temukan; sampah.

Bukan hanya sampah yang akan kau temukan, tetapi juga polusi udara. Bisakah kita jeda menghirup udara dalam sejam?

Kau tahu di sekeliling kita, rupanya disesaki oleh ancaman bagi kesehatan. Bukan hanya kesehatan manusia, bukan. Namun kesehatan bagi seluruh makhluk hidup yang menghuni bumi ini.

Ancaman yang mengintai itu disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Ulah kita semua, yang tanpa disadari menyebabkan bumi ini kian kritis. Ancaman itu berupa polusi udara, sampah dan perubahan iklim.

KLIK INI:  Tahukah Anda, Perusak Lingkungan Lebih Berbahaya dari Teroris Bersenjata?

Iya, polusi berasal dari pembakaran sampah, asap buang mobil dan motor, dari pembangkit energi kotor seperti batu bara yang terus mencemari lingkungan.

Sementara sampah, khususnya sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Penggunaan rumah kaca dan listrik berlebihan, juga menyebabkan suhu bumi meningkat, sehingga memicu perubahan iklim.

Sebuah laporan bernada peringatan dari Organisasi Lingkungan PBB, UN Environment yang berjudul Global Environmental Outlook ke-6 (GEO-6) yang dirilis  Rabu, 13 Maret 2019 lalu seperti yang diungkapkan laman Hijauku.com mengungkapkan manusia hanya memiliki dua pilihan terhadap keberlangsungan bumi ini.

Pertama, meningkatkan perlindungan atau menjaga lingkungan secara drastis, terutama bagi negara-negara Asia, Timur Tengah dan Afrika dan pilihan kedua, membiarkannya rusak.

Artinya dunia akan melihat jutaan warganya meninggal lebih cepat (prematur) pada pertengahan abad ini yang dipicu oleh pencemaran lingkungan.

Laporan tersebut merupakan  laporan paling komprehensif yang disusun secara teliti dalam lima tahun terakhir. Sebanyak 250 ilmuwan terlibat menyusun laporan itu dan melibatkan para ahli dari 70 negara.

Laporan itu mengungkapkan, kerusakan lingkungan juga akan menyebabkan laki-laki dan perempuan menjadi mandul, mempersulit pasangan mendapatkan keturunan serta merusak perkembangan syaraf pada anak-anak.

“Kesehatan dan kesejahteraan umat manusia berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan. Buktinya sangat jelas secara ilmiah,” ujar Joyce Msuya, i Direktur Eksekutif, UN Environment.

Upaya ciptakan udara bersih dan iklim yang stabil

Meski dunia saat ini memiliki teknologi dan sumber daya untuk memperbaiki lingkungan. Namun diperlukan investasi hijau senilai 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan mencegah krisis perubahan iklim, kekeringan, dan kerusakan ekosistem.

KLIK INI:  Ini Jawabannya Kenapa Lingkungan Harus Tetap Sehat dan Lestari

GEO-6 menyatakan, saat ini dunia masih belum mencapai Target Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs di 2030 atau bahkan 2050. Diperlukan aksi yang cepat sehingga biaya untuk mencapai target Kesepakatan Paris tidak meningkat pesat.

Negara dan individu harus bahu membahu mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Penduduk di negara maju maupun berkembang diminta untuk mengubah pola makan, mengurangi konsumsi daging, dan tidak membuang makanan.

Aksi sederhana ini bisa mengurangi kebutuhan untuk menambah produksi pangan hingga 50% agar dunia bisa mencukupi makanan bagi 9-10 miliar penduduknyadi 2050. Saat ini saja, 33% bahan pangan yang masih layak terbuang dan 56% limbah makanan berasal dari negara-negara maju.

Tidak bisa dipungkiri, perlu intervensi kebijakan untuk mengatur semua sistem, termasuk sistem energi, pangan dan limbah daripada kebijakan sektoral.

Hal ini karena semuanya saling terkait. Misalnya upaya untuk menciptakan udara bersih dan iklim yang stabil saling terkait.

Jika dunia (manusia) tidak segera beraksi mengatasi kerusakan lingkungan, kita hanya akan mewariskan tumpukan masalah kesehatan pada generasi mendatang. Dan tentu itu adalah warisan yang sangat mengerikan.

KLIK INI:  Operasi 30 Hari di Laut Tahun Ini Libatkan 58 Negara