Mantap, Pertunjukan Lumba-Lumba Asli Kini Digantikan Robot
Klikhijau.com - Pertunjukan lumba-lumba mulai dilarang dibeberapa negara. Namun, pertunjukan itu tidak akan surut. Tidak akan berhenti. Keberadaan hewan ini perlahan menyusut. Termasuk di Indonesia...
Klikhijau.com - Pertunjukan lumba-lumba mulai dilarang dibeberapa negara. Namun, pertunjukan itu tidak akan surut. Tidak akan berhenti.
Keberadaan hewan ini perlahan menyusut. Termasuk di Indonesia, beberapa tahun terakhir hewan ini sudah menjadi hewan buruan untuk dijadikan bahan konsumsi.
Padaha lebih dari sepertiga jenis paus dan lumba-lumba dunia terdapat di perairan Indonesia, termasuk beberapa jenis yang dikategorikan langka dan terancam punah (Stany Rachel Siahainenia, 2010)
Apabila dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan berkurangnya populasi hewan ini di alam, meskipun dilakukan secara tradisional.
[irp]
Selain dikonsumsi, hewan i ni menjadi pilihan pertunjukan karena memiliki tingkah yang lucu dan jinak. Ia memiliki sifat yang unik seperti banyak melakukan tingkah laku dalam pergerakannya di permukaan air sambil mengeluarkan suara yang bertujuan untuk komunikasi antar sesamanya.
Kini kurang lebih 20 negara di Eropa mulai melarang pertunjukan hewan lucu ini. Namun, meski dilarang, pertunjukan akan terus ada.
Manusia memiliki daya ‘cipta’ dan kreativitas yang tinggi. Bisa mengatasi berbagai permsalahan. Termasuk pertunjukan lumba-lumba asli yang mulai di larang.
Kini sebuah perusahaan berhasil menciptkan robot lumba-lumba. Keberhasilan itu menjadi angin segar bagi satwa tersebut. Sebab bisa bernapas lega di habitatnya di alam liar, tidak lagi mendekam di penangkaran.
“Ada sekitar 3.000 lumba-lumba yang saat ini di berada penangkaran digunakan untuk menghasilkan miliaran dolar hanya untuk mendapatkan pengalaman lumba-lumba. Jadi jelas ada keinginan untuk mencintai dan belajar tentang hewan ini,” Walt Conti.
Conti merupakan pendiri dan CEO perusahaan itu bernama Edge Innovation, pembuat properti film hollywood seperti di film Free Willy dan The Abbys.
[irp]
Perusahaan yang berbasis di Selandia Baru inilah yang membuat terobosan baru menciptakan robot lumba-lumba.
Perusahaan tersebut berharap bahwa animatronik yang biasa digunakan dalam film-film Hollywood suatu hari nanti dapat menghibur orang banyak di taman hiburan, alih-alih menggunakan hewan liar yang ditahan di penangkaran.