LIPI Prioritaskan Meriset Herbal Indonesia sebagai Anti Virus Corona
Klikhijau.com – Indonesia dikarunia tanah yang subur. Ditumbuhi pepuragam tananam. Karenanya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai memprioritaskan tanaman herbal Indonesia untuk mengatasi...
Klikhijau.com – Indonesia dikarunia tanah yang subur. Ditumbuhi pepuragam tananam. Karenanya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai memprioritaskan tanaman herbal Indonesia untuk mengatasi Covid-19 atau virus corona.
Persoalan corona hingga detik ini belum ada obat maupun vaksin untuk melawannya. Jadi, semua negara berpeluang menemukan penangkalnya, termasuk Indonesia.
Indonesia seharusnya diuntungkan karena memiliki beranekaragam tanaman. Banyak di antaranya berpotensi menjadi obat yang bisa diteliti dan dijadikan obat herbal.
Kita pernah mendengar pengakuan mantan Rektor Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi—yang membaik berkat bantuan minyak kayu putih atau eucalyptus.
[irp]
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pun mengakui jika minyak ini yang telah diriset oleh periset Kementerian Pertanian dan ditemukan fakta eucalyptus mampu ‘membunuh’ virus corona.
Harapan pada obat herbal tanah air sangatlah besar dan terbuka lebar. Maka ketika LiLIP masuk dalam konsorsium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020.
LIPI pun bergerak cepat, dengan cara meriset herbal Indonesia. Ini tentu saja sejalan dengan harapan Menteri BUMN, Erick Tohir yang menginginkan kemandirian dalam hal kesehatan. Menteri yang pernah jadi presiden club sepak bola Inter Milan itu resah, sebab 90 persen perlengkapan dan obat kesehatan di impor dari luar negeri.
Jadi, ketika LIPI memprioritaskan meriset tanaman herbal Indonesia, harapan Erick bisa sedikit terkabul.
“Program pencegahan dan penanganan tersebut meliputi 10 kluster riset dan kegiatan. Salah satu kluster yang diprioritaskan adalah riset herbal Indonesia sebagai anti virus,” ungkap L.T. Handoko selaku Kepala LIPI dalam Sci-Binar Talk to Scientists: Covid-19, Peneliti, dan Dokter, Senin, 18 Mei 2020 lalu.
Ia menjelaskan eksplorasi, konservasi, dan pemanfaatan bahan-bahan alami dalam bentuk herbal telah sejak lama dilakukan LIPI.
“Kini melalui riset herbal, jahe merah, meniran, cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa hebal lainnya difokuskan untuk diekstrasi guna menghasilkan senyawa aktif sebagai immunomodulator Covid-19,“ ujarnya.