Lebih Dekat dengan Cut Lani, Penemu Parfum Kemenyan

Klikhijau.com - Seberapa percaya diri Anda tanpa parfum? Untuk aktivitas tertentu yang bersentuhan banyak orang, parfum adalah kebutuhan utama. Tetapi, sekian lama produksi parfum dunia tidak pernah l...

Lebih Dekat dengan Cut Lani, Penemu Parfum Kemenyan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Seberapa percaya diri Anda tanpa parfum? Untuk aktivitas tertentu yang bersentuhan banyak orang, parfum adalah kebutuhan utama. Tetapi, sekian lama produksi parfum dunia tidak pernah lepas dari campuran alkohol.

Bagi sebagian besar konsumen, mungkin termasuk Anda, bahan alkohol pada parfum sangat mengganggu. Saya kerap mendengar cerita banyak kawan yang memang konsisten menghindari parfum ber-alkohol.

Alkohol pada parfum seolah telah menjadi bahan wajib pada produksi parfum di seluruh dunia. Saya cemas mendengarnya, tetapi kecemasan saya berkurang saat mendengar inovasi menakjubkan yang dilakukan Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.Si, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Perempuan yang akrab disapa Cut Lani ini kini jadi buah bibir banyak kalangan. Ia berhasil menemukan parfum berbahan kemenyan yang tanpa alkohol.

Berkat inovasinya itu, Cut Lani dinominasi oleh KLHK untuk dapat menerima Anugerah ASN 2019, kategori PNS Inspiratif 2019.

Alumni IPB ini adalah seorang Peneliti Muda di BP2LHK Aek Nauli dengan bidang kepakaran Silvikultur. Ia dikenal sebagai peneliti yang gigih dan konsisten di bidangnya.

Selama 10 tahun berturut-turut dengan kesabaran dan keuletan, Cut Lani menciptakan terobosan iptek yang membuka peluang ekonomi akan kemenyan yang selama ratusan tahun hanya dijadikan dupa dengan harga murah.

"Ketertarikan saya meneliti kemenyan mengingat komoditas ini memiliki sejarah yang panjang serta menjadi hajat hidup masyarakat di Tapanuli. Namun belum banyak mendapatkan sentuhan teknologi. Aspek budidaya dan teknologi pengolahan hasil masih tradisional turun temurun," cerita Cut Lani pada Klikhijau.com.

Sebagai langkah awal, Cut Lani mengidentifikasi beberapa persoalan pokok pada bahan baku kemenyan antara lain: belum adanya bibit unggul dan produk inovasi peningkatan nilai tambahnya.

"Riset parfum kemenyan diarahkan untuk mengisi celah teknologi. Kami menemukan bahwa hingga beberapa tahun lalu resin kemenyan tidak diolah di dalam negeri untuk peningkatan nilai tambahnya. Kami berinovasi bagaimana menggunakan resin kemenyan ini sebagai basenote parfum menggantikan fungsi alkohol," katanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2