Lebih Baik Mana, Tidur Siang Lama atau Sebentar bagi Perkembangan Otak Anak?
Klikhijau.com – Semakin besar seseorang, umumnya frekuensi tidur siangnya semakin berkurang. Berbeda dengan bayi atau anak-anak. Tidur siang bagi mereka dianggap sebagai sebuah keharusan. Bahkan ti...
Klikhijau.com – Semakin besar seseorang, umumnya frekuensi tidur siangnya semakin berkurang. Berbeda dengan bayi atau anak-anak. Tidur siang bagi mereka dianggap sebagai sebuah keharusan.
Bahkan tidur siang bagi anak, biasanya dikaitkan dengan perkembangan otak. Karena itu, banyak orang tua yang akan “memaksa” anaknya untuk tidur siang.
Durasi tidur siang menurut penelitian dari University of East Anglia bahwa anak atau bayi yang banyak tidur siang memiliki kosakata yang lebih sedikit dan keterampilan kognitif yang lebih buruk.
Namun, benarkah demikian? Menurut studi baru yang dipimpin oleh UEA bekerja sama dengan para peneliti di Universitas Oxford, Universitas Oxford Brookes, Universitas Leeds, dan Universitas Warwick--yang didanai oleh Dewan Riset Ekonomi dan Sosial (ESRC) menemukan hal yang berbeda.
[irp]
Dilansir dari Newswesi, studi tersebut yang diterbitkan dalam jurnal JCPP Advances itu mengungkapkan bahwa beberapa anak lebih efisien dalam mengkonsolidasikan informasi selama tidur. Sehingga mereka lebih jarang tidur siang.
Sementara yang lain, biasanya mereka yang memiliki lebih sedikit kata dan keterampilan kognitif yang lebih buruk, perlu lebih sering tidur siang.
Tim peneliti mengatakan bahwa mengurangi tidur siang untuk anak-anak tidak akan meningkatkan perkembangan otak, dan mereka harus dibiarkan tidur siang sesering dan selama yang mereka butuhkan.
Peneliti utama Dr Teodora Gliga mengatakan bahwa ada banyak kecemasan orang tua seputar tidur. Orang tua khawatir anak-anak mereka tidak tidur siang sebanyak yang diharapkan untuk usia mereka atau tidur siang terlalu sering dan terlalu lama.
“Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa seberapa sering seorang anak tidur siang mencerminkan kebutuhan kognitif masing-masing. Beberapa lebih efisien dalam menggabungkan informasi selama tidur, sehingga mereka lebih jarang tidur siang,” ungkapnya.
[irp]
Menurutnya anak-anak dengan kosakata yang lebih sedikit atau skor yang lebih rendah dalam ukuran fungsi eksekutif, lebih sering tidur siang.
“Anak-anak kecil secara alami akan tidur siang selama yang mereka butuhkan dan mereka harus diizinkan melakukan hal itu,” tambahnya.