Kolaborasi Dukung Pengembangan Desa Wisata di Manyampa
Klikhijau.com – “Ngopi Selasa”, sebuah diskusi virtual pagi bertajuk kolaborasi strategi pengembangan objek desa wisata. Kegiatan ini diinisiasi oleh kerjasama antara (KOMPAK) Kolaborasi Masyarakat...
Klikhijau.com – “Ngopi Selasa”, sebuah diskusi virtual pagi bertajuk kolaborasi strategi pengembangan objek desa wisata.
Kegiatan ini diinisiasi oleh kerjasama antara (KOMPAK) Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Kesejahteraan dengan Pemerintah Desa Manyampa dan dua perguruan tinggi yakni Univeritas Jember (UNEJ) dan Universitas Fajar (UNIFA) serta Berbangsa Foundation.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa 6 Juli 2021 ini mempertemukan ide-ide, gagasan dan strategi pengembangan potensi desa wisata khususnya di Desa Manyampa berbasis teknologi digital.
Kerjasama kegiatan Bincang pagi ini juga merupakan output dari pelaksaaan KKN Entrepreneur pulang kampung dari Universitas Fajar (UNIFA) untuk mendorong program pendampingan di bidang pariwisata.
Rektor Unifa, Dr Muliyadi Hamid, SE., M.Si., menuturkan komitmennya dalam mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai superpisor untuk mendampingi mahasiswa turun ke desa.
Salah satu desa yang menjadi fokus utama adalah desa Manyampa. Alasannya, desa ini memiliki objek pariwisata yaitu Mangrove Luppung yang diresmikan langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali pada 31 Desember 2018 lalu.
[irp]
Desa Manyampa bahkan akan ikut berpastisipasi dalam Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Webinar ini juga dihadiri oleh Prof Dr Yuli Witono, MP selaku ketua LP2M Universitas Jember, Deputi Rektor 1 Unifa Dr Ir Nur Khaerat Nur ,ST.,MTIPM.,ASEAN ENG, dan Founder Berbangsa Foundation Dr Vitria Ariani A. PAR,PG.DIP,M.SC., dan kepala desa Manyampa Abbas Madda.
Moderator dalam Webinar ini adalah Dr Agustina Dewi S,.SS,.M.Hum., dari UNEJ. Antusias tinggi mengikuti seri diskusi ditandai dengan partisipasi sekitar 250 orang.
CEO Berbangsa Foundation Vitria Ariani, memperkenalkan pedoman desa wisata. Vitria menyebut kreteria desa wisata antara lain memiliki potensi daya tarik wisata alam, memiliki komunitas, dan memiliki sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata.
“Juga memiliki kelembagaan pengolahan, dukungan dan ketersedianan fasilitas dan sarana prasarana kegiatan wisata menuju pengembangan pariwisata yang cerdas dan beriorentasi masa depan,” jelasnya.
Konsep desa wisata, kata Vitria harus menimbang tiga aspek penting antara lain infrastruktur, kebersihan dan kesehatan serta kesiapan informasi teknologi.
[irp]
Sementara itu, Deputi Rektor 1 Unifa, Nur Khaerat Nur, lebih menikberatkan pada peranan perguruan tinggi terkait dalam pengembangan pariwitasa.
Menurutnya, kampus dapat berperan dalam pengembangan desa wisata khususnya pada aspek regulasi, sumber daya manusia, aspek teknologi seperti pengembangan website yang menghimpun informasi desa.