Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindak Kekekerasan Aparat pada Aktivis Agraria di Gowa

Klikhijau.com – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari sejumlah organisasi mengecam tindak kekerasan aparat yang dilakukan para pejuang agraria di Kabupaten Gowa. Dalam keterangan persnya, koal...

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Tindak Kekekerasan Aparat pada Aktivis Agraria di Gowa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari sejumlah organisasi mengecam tindak kekerasan aparat yang dilakukan para pejuang agraria di Kabupaten Gowa.

Dalam keterangan persnya, koalisi masyarakat sipil menyebut tindakan kekerasan ini terjadi di Lokasi Prioritas Reforma Agraria – LPRA lingkungan Batulapisi, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Di lokasi ini sedang terjadi konflik kehutanan atas klaim kawasan hutan konservasi.

Kronologi

Mereka yang tergabung dalam koalisi ini antara lain Konsorsium Pembaruan Agraria Sulsel, LBH Makassar, YLBHM, KontraS Sulawesi, Balang Institute, Perserikatan Petani Sulawesi Selatan, dan PPMAN.

Dalam rilisnya ke Media, koalisi masyarakat sipil menyampaikan kronologi kejadian sebagai berikut:

Kamis, 07 Oktober 2021, sekitar pukul 13.40 Wita, para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Batulapisi Dalam sedang bergotong royong membangun “baruga tani” yang berlokasi di Batulapisi, Gowa, Sulawesi Selatan.

Mereka membagi tugas, sebagian bertugas untuk mengangkut bahan pembangunan baruga, yaitu batang kayu/pohon pinus yang telah mereka tebang sehari sebelumnya, yang juga tak jauh dari lokasi pembangunan baruga.

Sekitar pukul 14.25 Wita mereka mulai memotong-motong kayu.

Pada pukul 15.53 Wita datang tiga orang aparat kepolisian yang mengendarai mobil pickup dan sebuah motor (diduga dari Polsek Tinggi Moncong).

Beberapa saat kemudian aparat yang turun dari mobil pickup dan langsung mengeluarkan tembakan ke udara yang membuat petani yang sedang bekerja kaget dan lari ketakutan.

Aparat juga memburu petani yang berada di lokasi penebangan pohon dengan tentengan senjata. Tak lama kemudian disusul tembakan kedua oleh aparat yang sama. Aksi aparat ini membuat petani berhamburan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2