Kisah Seekor Tikus Bergelut Maut Demi Selamatkan Nyawa Manusia
Klikhijau.com – Magawa, memang hanya seekor tikus. Namun ia berbeda dari tikus pada umumnya. Magawa termasuk istimewa. Jika tikus hanya berani ‘mengacau’ rumah dan menghancurkan tanaman. Magawa mem...
Klikhijau.com – Magawa, memang hanya seekor tikus. Namun ia berbeda dari tikus pada umumnya. Magawa termasuk istimewa.
Jika tikus hanya berani ‘mengacau’ rumah dan menghancurkan tanaman. Magawa memiliki keberanian lain. Keberanian itu, yakni mempertaruhkan hidupnya demi menyelamatkan hidup manusia dari ancaman maut.
Keberanian itulah yang menjadikan tikus ini istimewa dan penting. Karenanya, Magawa mendapat penghargaan medali emas dari badan amal Inggris, People’s Dispensary for Sick Animals (PDSA).
PDSA sendiri telah menganugerahkah medali emas sejak 2002. Mereka memberikannya kepada hewan yang mengabdi luar biasa alam dinas sipil.
[irp]
"Magawa adalah tikus pahlawan. Kami sangat senang merayakan pengabdiannya yang menyelamatkan nyawanya dengan memberinya medali emas PDSA," kata Direktur Jenderal PDSA Jan McLouglin.
Keberhasilan Magawa menyabet medali emas tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi tikus. Sebab itu adalah medali pertama bagi dunia tikus. Selama yang berhasil mendapatkannya adalah anjing.
Penghargaan itu memang layak di dapatkan Magawa, sebab ia rela bertarung maut untuk mencari ranjau darat yang tidak meledak di Kamboja.
Ranjau-ranjau itu merupakan ranjau sisa perang. Jika tak ditemukan tentu akan membahayakan hidup manusia, bahkan satwa liar lainnya.
Atas kerja kerasnya Magawa kini mencatatkan diri sebagai pahlawan kamboja bahkan dunia. Magawa sendiri merupakan tikus berkantung raksasa Afrika.
Ukuran tubuhnya lebih besar daripada tikus pada umumnya. Namun, meski besar masih cukup ringan berjalan di area beranjau tanpa membuat ranjau meledak.
Kamboja menjadi negara yang telah berkonflik selama bertahun-tahun. Hal itulah yang menyebabkan banyak ranjau di negara itu.
Magawa berhasil menemukan menemukan 39 ranjau darat dan 28 benda yang tidak meledak dalam tujuh tahun terakhir.