5 Langkah Melindungi Tanaman dari Hewan Liar

Publish by -205 kali dilihat
Penulis: Alifia Sulaiman
5 Langkah Melindungi Tanaman dari Hewan Liar
Ilustrasi tanaman/Foto-L. Brian Stauffer/University of Illinois

Klikhijau.com – Sebelum memulai bercocok tanam, sebagian besar petani memilih untuk merencanakan agar tanaman mendapatkan hasil panen yang melimpah. Di sisi lain, beberapa petani memilih untuk melewatkan agenda perencanaan.

Proses perencanaan dilakukan untuk mengatasi tantangan dan kendala yang seringkali menghampiri saat proses bercocok tanam dilakukan.

Hal terpenting yang biasanya dilakukan pada perlindungan tanaman dan penyakit adalah membuatnya terlindung dari serangan hama, gulma, dan pemberian pupuk. Dengan melakukan perencanaan di atas, maka diharapkan hasil panen akan melimpah. Sayangnya, kerapkali petani lupa untuk menghadapi tantangan lainnya yang tak disadari, yakni hewan liar.

Tak hanya di Indonesia, hewan liar merupakan tantangan bagi para petani di seluruh dunia. Banyaknya hewan, seperti babi, kelinci, dan hewan liar lainnya tentu bisa saja menjadi penyebab utama kerusakan serius pada tanaman Anda.

Mereka dapat dengan mudah merusak tanaman dengan memakan, menginjak, atau bahkan berlari. Karena inilah, hewan liar harus mendapat penanganan khusus yang harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyakiti si hewan juga.

KLIK INI:  5 Cara Sederhana Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Sebagai petani yang sukses, tentu tidak hanya memikirkan keuntungan semata, namun juga memikirkan kesejahteraan makhluk hidup lainnya dengan menjaga ekosistem dan menaga agar makhluk hidup lain, terutama hewan tidak tersakiti. Bagaimana metode yang tepat untuk melindungi tanaman dari hewan liar?

  1. Membuat Pagar Pertanian

Pembuatan pagar menjadi salah satu metode tepat untuk melindungi tanaman dari hewan liar, karena dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Pagar menjadi salah satu metode perlindungan yang efektif. Anda harus memilih jenis pagar yang cocok untuk kebun Anda.

Pembuatan pagar harus melihat bahan dan strukturnya. Dengan memilih bahan dan struktur yang tepat, maka pagar dapat bertahan lama bahkan hingga puluhan tahun lamanya. Untuk melindungi tanaman dari hewan liar, biasanya petani menggunakan beberapa jenis pagar, diantaranya :

Pagar kawat: pembuatan dilakukan dengan merangkai kabel logam hingga akhirnya menjadi pagar yang menghalangi hewan untuk masuk. Sayangnya, pagar kawat ini membutuhkan sedikit perawatan dan harganya tidak murah, sehingga hanya direkomendasikan untuk melindungi tanaman yang bernilai jual tinggi.

KLIK INI:  Peka dan Resah, Kunci Utama Tumbuhkan Perilaku Ramah Lingkungan

Pagar plastik: pagar plastik umumnya lebih murah dan lebih mudah untuk dipasang serta diperbaiki jika ada kerusakan dibandingkan jenis pagar lainnya. Sayangnya, umur pagar tidaklah lama. Biasanya pagar plastik hanya  bertahan 10 tahun. Selain itu efektivitasnya juga kurang.

Pagar listrik: pagar listrik dibuat khusus untuk memberikan sengatan listrik pada hewan yang bersentuhan dengan pagar tersebut. Pagar jenis ini merupakan pagar yang mampu melindungi tanaman lebih efektif. Namun, Anda harus memastikan pagar listrik diperbolehkan di kota Anda dan tidak membahayakan hewan jinak. Pastikan juga Anda memberikan peringatan agar pagar tidak tersentuh manusia.

  1. Penolak Alami

Beberapa petani lebih suka untuk menggunakan cara alami untuk melindungi tanaman dari hewan liar. Ada beragam cara untuk melindungi tanaman dari binatang buas, diantaranya:

Pengasapan: di beberapa daerah, para petani menggunakan asap yang dihasilkan dari pembakaran kotoran gajah atau bahan lain yang menimbulkan asap tebal.

Bau alami ikan atau bawang putih juga mampu mengusir kelici maupun rusa liar.

KLIK INI:  Membawa Tumbler itu Repot, tapi Asyik

Menggunakan sarang lebah. Selain mampu mengusir gajah akibat suara yang ditimbulkan, penggunaan sarang lebah juga mampu memberikan penghasilan tambahan.

Cabai: Kandungan capcaisin yang ada di dalam cabai menimbulkan rasa panas. Rasa panas inilah yang menjadi penolak alami bagi tupai, gajah, monyet, dan beberapa hewan liar lainnya. Selain menjadi penolak hewan liar, menanam cabai juga bisa menjadi pemasukan tambahan.

Lavender juga menjadi penolak yang sangat baik untuk menolak kelinci dan bsa menjadi pemasukan tambahan.

Minyak jarak adalah pengusir alami yang mencegah nyamuk dan hewan lain seperti lalat.

KLIK INI:  Penasaran Berwisata ke India? Ini 14 Tips Sederhana Saat Beribur di Sana
  1. Penolak Kimiawi

Untuk membuat hewan liar menjauh, bisa digunakan beberapa zat kimia seperti Anthraquinone, Butanethiol, dan Methyl Anthranilate. Anda bisa menanyakannya ke apotek terdekat.

  1. Hambatan Biofisik

Hambatan biofisik dilakukan dengan membuat pagar yang terbuat dari batang bambu, tandan, pohon kelapa, maupun semak belukar yang tersedia. Praktek ini berbiaya rendah, namun efisiensi nya juga rendah dalam melindungi tanaman dan hewan liar.

  1. Penolak Elektronik

Metode ini menjadi metode yang paling efektif dan tahan lama plus lebih efektif untuk mengusir hewan tanpa membahayakan hewan itu sendiri. Ada beberapa metode penolak elektronik yang biasanya dilakukan, yaitu:

Penolak elektronik ultrasonik: dilakukan dengan membuat gelombang suara frekuensi tinggi yang bertujuan mengusir hewan liar.

Penolak elektronik sonik: dilakukan dengan suara bising yang menakutkan hewan.

Itulah beberapa metode yang sekiranya berguna untuk membantu melindungi tanaman Anda dari hewan liar, sehingga berguna untuk membuat hasil panen melimpah.

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Penting! Begini Cara Membuat Sumur Resapan Air dan Manfaat di Baliknya!
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!